BREAKING NEWS

Vacation

Trending

Tahukah anda ?

From our Blog

Showing posts with label Internasional. Show all posts
Showing posts with label Internasional. Show all posts

Tuesday, 10 March 2015

Taman Kupu - Kupu Tabanan


Jika di daerah Bogor ada Taman Buah, di Bali kupu-kupu juga ada tamannya. Benar sekali, di Desa Wanasari Anda bisa menemukan Taman Kupu Kupu yang unik karena didalamnya terdapat ratusan bahkan ribuan jenis kupu-kupu. Taman Kupu-kupu ini berlokasi di Jl.Batukaru, Br.Sandan lebah, Wanasari, Tabanan. Tepatnya 6 Km ke arah utara dari pusat kota. Kupu-kupu yang merupakan salah satu persembahan kekayaan alam di negeri ini kini dihimpun di sebuah taman yang disebut dengan Taman Kupu Kupu. Unik dan menarik, bukan?

Dari taman ini setiap harinya dilepaskan ratusan ekor kupu kupu yang beraneka warna, dimana salah satunya yang terkenal adalah Kupu Kupu Sayap Burung Sorga (Omithoptera Paradisea). Taman Kupu Kupu yang merupakan satu-satunya di Indonesia ini berupaya untuk mengembangbiakkan sekaligus menangkar aneka kupu-kupu untuk keperluan pengetahuan ilmiah maupun sebagai studi pendidikan di masa yang akan datang.

Taman ini juga memproduksi aneka macam kerajinan yang terbuat dari berbagai macam serangga, sebagai misal: framing butterfly yang merupakan bingkai isi kupu-kupu, framing beetle yang merupakan bingkai berisi kumbang, gantungan kunci yang terbuat dari serangga, paper weight atau penindih kertas yang terbuat dari fiber bening berisi kupu-kupu, selipan pembatas buku, lukisan dari sayap kupu-kupu, serta masih banyak lagi.

Taman Kupu-Kupu ini merupakan yang terbesar di Asia. Lokasinya memang tak terlalu mencolok, dimana berada di areal seluas 1/3 hektar saja. Namun di tempat ini berbagai jenis kupu-kupu dari yang umumnya ditemukan manusia sampai yang langka semuanya lengkap ada disini. Pengunjung yang datang ke lokasi Taman Kupu-Kupu ini bisa melihat kupu-kupu yang sedang menghisap bunga. Kejadian tersebut bisa dinikmati jika Anda berkunjung pagi-pagi sekitar jam 10.

Di tempat ini juga terdapat berbagai koleksi kalajengking dan kumbang. Dan bagi Anda yang ingin membawa koleksi berupa kupu-kupu yang telah dikeringkan dan dikemas dalam bingkai kaca, Anda dapat memperolehnya di kantor pengelola dengan harga mulai dari Rp. 50.000. Untuk dapat memasuki kawasan wisata ini, wisatawan domestik dikenai biaya sebesar Rp. 15.000 per orang. Sementara wisatawan asing dikenai tiket masuk sebesar Rp. 50.000 per orang, taman di buka setiap hari dari Jam 8.00 s/d Jam 17.00 wita dan tiket terakhir jam 16.00 wita.

Seawalker di Pantai Sanur


Keindahan pulau dewata bukan hanya terletak pada pantai pantainya melainkan alam bawah lautnya yang tidak kalah indahnya dengan pantai pantai yang ada.Dengan keindahan bawah lautnya maka banyak wisatawan yang ingin menikmati keindahan bawah lautnya. Karena itu setiap tahun ribuan wisatawan asing datang ke Bali hanya untuk menyelam, menikmati keindahan surga bawah laut yang tersebar di hampir seluruh perarian Bali, dari Pemuteran di pesisir utara, Tulamben di pantai timur, sampai kawasan Nusa Lembongan di selatan.

Sayangnya menyelam bukanlah aktivitas yang dapat dinikmati semua orang. Selain biayanya yang relatif mahal, sebelum kita bisa menyelam untuk pertamakalinya, kita harus menghabiskan setidaknya beberapa hari untuk mengikuti kursus. Belum lagi kenyataan bahwa banyak diantara kita orang Indonesia yang tidak pandai berenang meskipun konon kabarnya nenek moyang kita seorang pelaut.

Salah satu pilihan yang bisa kamu lakukan untuk bisa menikmati keindahan terumbu karang dan ikan-ikannya yang berwarna-warni adalah dengan snorkeling. Kita yang tidak pandai berenangpun bisa mengikuti aktivitas snorkeling ini dengan menggunakan pelampung. Sayangnya tidak seperti menyelam, dengan snorkeling kita hanya bisa menikmati keindahan itu dari permukaan air saja. Hanya jika perariannya memang benar-benar dangkal saja kita bisa menyentuh.

Dengan seawalker kamu bisa berjalan-jalan di dasar laut seperti layaknya kamu berjalan-jalan di daratan. Tanpa perlu bisa berenang apalagi mengikuti kursus menyelam, kamu bisa menikmati keindahan terumbu karang dan bercengkrama dengan ikan-ikan yang berwarna warni di dasar lautan. Supaya kamu bisa bernafas dengan leluasa di dasar laut, kamu akan mendapat sebuah helm khusus yang dihubungkan dengan selang untuk menyalurkan oksigen ke dalam helm.

Salah satu tempat dimana kamu dapat mengikuti aktivitas ini adalah di kawasan pantai Sanur, Bali. Dari pantai kamu akan dibawa dengan menggunakan perahu ke sebuah pangkalan terapung di tengah laut, sekitar 3 menit dari bibir pantai. Setelah mendapatkan briefing secukupnya, pemandu kamu akan memakaikan helm khusus agar kamu bisa bernafas dengan leluasa di dalam air. Kemudian kamu akan menuruni tangga ke dasar laut dimana kamu dapat berjalan-jalan menikmati keindahan terumbu karang seperti layaknya menikmati keindahan bunga di taman.Selama aktivitas berlangsung kamu akan didampingi pemandu yang berpengalaman.

Jadi untuk para wisatawan yang datang ke Bali untuk menikmati wisata di bali dan ingin melihat keindahan bawah launya tidak ada salahnya kamu menikmati liburan di sanur dengan melakukan aktifitas seawelker.

Gunung Agung, Menara Tertinggi Pulau Dewata

Bali begitu banyak menyimpan tujuan wisata, baik wisata pantai maupun wisata alam dataran tinggi. Mendaki gunung tertinggi di pulau Bali, yaitu Gunung Agung menjadi wisata yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Lubang kawah berdiameter sekitar 500 meter menjadi salah satu daya tarik Gunung Agung. Keindahan alam inilah yang menarik siapapun untuk mendaki puncak Gunung Agung.
Puncak Gunung Agung,Puncak Gunung Agung,Puncak Gunung Agung

Bagi masyarakat Hindu Bali, Gunung Agung merupakan gunung yang disucikan. Menurut kepercayaan mereka, di Gunung Agung terdapat istana Dewata, dan dewa-dewa tinggal di gunung ini.

Untuk mencapai ke puncak ada beberapa jalur pendakian yang umum digunakan. Pertama, dari sisi selatan melalui Pura Pasar Agung, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Kedua, dari sisi tenggara melalui Budakeling lewat Nangka. Jalur ketiga, yaitu melalui sisi barat daya lewat Pura Besakih. Jalur ketiga inilah yang paling populer di kalangan para pendaki. Karena untuk menggapai puncak tertingginya hanya bisa dilalui melalui komplek pura terbesar ini di Bali.

Apabila mendaki Gunung Agung melalui jalur Pura Besakih di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, pendaki akan disuguhkan panorama alam Bali yang sangat indah. Hijaunya persawahan serta beberapa Pura berukuran besar dan kecil menjadi pemandangan yang eksotis.

Sebelum mendaki, pendaki harus melapor ke petugas, kemudian pendaki akan ditemani oleh seorang pemandu perjalanan. Sebagai informasi, semenjak kecelakaan terakhir yang menewaskan 3 orang pendaki tahun 2008 silam, maka sejak tahun 2009 setiap kegiatan pendakian gunung agung diwajibkan menggunakan pemandu lokal. Dengan biaya Rp. 350.000,- untuk satu orang pemandu lokal. Hal tersebut berdasarkan kesepakatan masyarakat adat setempat demi meminimalisasi kejadian serupa serta menjaga kesucian Gunung Agung. Jika ada musibah seperti orang hilang atau tewas, biasanya akan diadakan ritual untuk menyucikan kembali Gunung Agung dengan biaya cukup besar.

Pendaki dialihkan melalui jalur Dusun Junggul, yang diresmikan 26 Desember 2010. Jalur ini tidak akan melewati pura, sebagaimana jalur Besakih yang lama. Dusun Junggul berada di sekitar sisi kanan atas komplek Pura Besakih dengan ketinggian sekitar 1200 meter. Jalur baru ini lebih cepat dari jalur pendakian lama. Persediaan air mestilah disiapkan sebelum memulai mendaki, karena sepanjang jalur daki tidak ditemukan sumber air.

Sekitar setengah jam pertama jalur pendakian masih sedikit landai dengan vegetasi semak dan hutan. Berikutnya jalur pendakian semakin menanjak melalui punggungan dengan jurang di sisi kiri dan kanannya. Pada jalur terjal, kemiringan rata-rata lebih dari 55 derajat. Walaupun begitu, jalur ini sungguh menarik dan penuh tantangan. Hutannya masih cukup terjaga dengan baik dan layak dijadikan jalur alternatif utama pendakian gunung Agung malalui Besakih. Pada jalur ini banyak ditemui hewan kecil seperti pacet.

Sekitar 3 jam, pada ketinggian 1935 mdpl, pendaki akan sampai pada dataran pertama yang bisa dijadikan area untuk mendirikan tenda. Area ini tidak terlalu luas namun cukup menampung 1 atau 2 tenda ukuran 2-3 orang.

Selanjutnya, medan pendakian semakin bertambah terjal. Mendekati batas vegetasi jalur pendakian dengan kemiringan hampir mencapai 70 derajat. Jalur yang berbatu serta sedikit berlumut menuntut kehati-hatian pendaki.

Di lokasi yang berada pada ketinggian sekitar 2.680 meter ini memang tidak luas dan sedikti sulit mencari tempat untuk mendirikan tenda. Namun ada satu atau dua tempat yang cukup untuk menampung 1 tenda berukuran 2-4 orang. Tempat ini sendiri sudah berada di atas Kori Agung atau Boike apabila melalui jalur lama.

Di pagi hari, di tempat ini, terlihat panorama yang begitu indah. Dari ketinggian, nampak gunung Batur dengan danaunya serta Gunung Abang berbalut sedikit awan. Di sisi lain terlihat hijaunya lembah-lembah serta laut dengan batas pantainya. Jauh di bawah nampak desa-desa yang berada di sekitar kaki gunung Agung.

Jalur pendakian selanjutnya hanyalah berupa punggungan tipis dengan jurang di kiri dan kanannya. Di kejauhan terlihat puncak tertingginya. Pendaki harus berjalanan di atas punggungan tipis menuju puncak gunung Agung dituntut kehati-hatian yang tinggi. Selama pendakian kita harus bisa memperhatikan cuaca dan angin yang terkadang bertiup cukup kencang. Juga kabut yang datang silih berganti.

Tidak sampai setengah jam dari camp semula pendaki akan tiba di puncak kedua. Dari sini puncak tertinggi menara suci di Bali tampak terlihat jelas. Jalur pendakian nampak terlihat tipis dengan jurang di sisi kiri dan kanannya. Medan pendakian tersebut terlihat mengagumkan dan meningkatkan adrenalin bagi siapa saja yang melihatnya. Di kejauhan terlihat sebuah longsongan di sisi kanan jalur yang terlihat masih baru.

Puncak Gunung Agung hanya berukuran sekitar 2 x 1 meter. Nampak di depan kami kawah Gunung Agung dengan dinding kawahnya yang berwarna kekuningan. Dinding kawah terlihat berwarna kuning keemasan.

Pada tahun 1963 gunung ini mengalami letusan yang dahsyat. Asap letusan bahkan membumbung tinggi hingga mencapai lebih dari 10.000 meter di atas puncak. Menelan hingga 1000 lebih korban jiwa. Besarnya dampak letusan hingga membuat kehidupan normal di Bali baru kembali diawal tahun 1970.

Gunung Agung kini mempunyai tinggi ± 3.044 meter. Letusan dahsyat tahun 1963 telah mengurangi tinggi gunung ini yang semula 3.142 meter.

Untuk menuju Gunung Agung melalui Pura Besakih, pendaki dapat memulai perjalanan dari kota Denpasar dengan jarak tempuh sekitar 25 km atau pendaki dapat menempuh perjalanan dari kota Semarapura (Kab. Klungkung) ke Pura Besakih menggunakan angkutan umum bemo dengan biaya sekitar Rp. 5000,- (data April 2008).

Istana Air Taman Ujung Soekasada

Daerah Kuta, Bali semua turis di dunia sudah tahu. Tapi, sedikit yang tahu tentang keindahan istana air bernama Taman Ujung Soekasada di Karangasem. Kecantikan arsitekturnya sungguh luar biasa!

Waktunya kita masuk dan kembali ke awal abad 20. Tepatnya tahun 1919, Taman Ujung Soekasada ini dibangun. Ini taman air kerajaan atau biasa disebut The Water Palace. Arsitektur bangunannya yang merupakan perpaduan antara Bali dan Eropa ini, dahulu merupakan tempat peristirahatan Raja Karangasem. Sekaligus juga tempat menjamu dan menyambut tamu-tamu penting seperti raja-raja.

Nuansa arsitektur bangunan dan taman airnya, benar-benar seperti mantra yang memaksa bibir kita memujinya. Tapi sayang tahun 1963 dulu, The Water Palace ini sempat diporak-porandakan oleh letusan Gunung Agung, gunung terbesar di Pulau Seribu Pura ini. Tidak sampai situ saja, gempa yang terjadi pada tahun 1976 itu hanya menyisakan puing-puing bangunannya saja. Tapi, kesan megahnya masih tetap ada.

Tahun 2001-2003 adalah tahun dimana pemerintah Karangasem membangunnya kembali untuk mengembalikannnya kepada bentuk semula, agar warisan budaya ini tetap lestari. Hal ini bisa saya buktikan, karena beberapa waktu yang lalu saya pergi kesana.

Lokasinya itu dekat sekali, bahkan dekat banget, hanya sekitar 10 menit saja dari Kota Amlapura. Nah pertanyaannya kalau dari Denpasar? Lumayan sih, sekitar 60-80 KM. Mungkin sekitar 2 jam dari Denpasar. Iya memang jauh, namanya juga di ujung timur Bali. Tapi bukan traveler sejati, kalau tempat semenarik dan seindah ini tidak kalian kunjungi. Pengunjung juga bisa berkunjung ke tempat-tempat yang tidak kalah luar biasa di Kabupaten Karangasem ini. Ada White Beach atau dikenal juga dengan Pantai Virgin.

Waktu itu saya dari Denpasar lewat By pass Ida Bagus Mantra, terus sampai ujung di Desa Kusamba, lalu terus sampai Amlapura. Dengan membayar karcis Rp 5.000 per orang saja saat itu, kemudian mulai masuk ke sebuah jembatan yang sempit tapi berkesan luas, karena dari sini sudah terasa pesona arsitekturnya.

Tapi tunggu dulu kalau kalian bawa kamera DSLR, ada karcis sendiri lho. Pengunjung dikenakan biaya tambahan Rp 50.000 untuk DSLR. Tapi, tenang untuk kamera HP dan pocket, itu free. Mungkin karena tempat ini sering sekali buat pre-wed. Nah ini dia, kalau kalian yang lagi cari lokasi-lokasi buat pre-wed, bisa dicoba. Buat pernikahan kalian seolah-olah berada di awal abad 20. Luar biasa.

Memang tidak heran, di dalam banyak sekali tempat yang menarik perhatian saya. Apalagi bagi yang suka dunia fotografi. Jadi, tunggu apalagi? Masukkan tempat ini ke jadwal berkunjung di buku travelingmu. Siap-siap untuk masuk kembali ke awal abad 20.

Saturday, 7 March 2015

Singapura


Kalau kita sebut Singapura, pasti yang diasosiasikan adalah belanja dan berobat. Memang Badan Turisme Singapura berani promosi besar-besaran untuk menggalakan turisme. Orang Singapura cenderung kurang ramah dibandingin dengan rata-rata orang Indonesia. Mungkin karena biaya hidup yang cenderung lebih tinggi. Penduduk sini juga senengnya complain tentang segala sesuatu dan seneng ngantri.

Sudut-sudut kota akan didandani sesuai dengan festive season. Kalau Imlek sudah dekat, wah dimana-mana sudah siap dijual pernak-pernik Imlek. Seperti buah kumquat yang biasa dijadikan hiasan dirumah-rumah. Biasanya pohon-pohon ini diimpor dari Negara Malaysia.

Di China Town juga penjual musiman akan menjual berbagai macam pernak-pernik dan makanan yang biasa diidentikan dengan Imlek. Nah kalau kita datang hari terakhir menjelang Imlek, para pedagang akan memberi diskon besar-besaran untuk barang dagangannya

Salah satu makanan khas yang biasa dihidangkan saat tamu datang adalah dendeng babi manis ala Singapura. Yang paling enak (katanya lho karena saya tidak suka rasa daging babi) Lim Chee Guan di 203 New Bridge Rd dan 1 Park Road #01-25 People’s Park Complex. Walaupun yang lebih gencar promosi dan lebih banyak cabnagnya adalah merk lain.

Shopping

Untuk shopping mau cari yang murmer dan merk top juga ada. Untuk mendapatkan barang-barang merk seperti Girodano yang cenderung lebih miring dari harga di outlet resminya, bisa pergi ke OG. OG ada beberapa lokasi di Singapura. Bugis, Orchard dan China Town.

Untuk nyari barang-barang bermerk yang biasa dijual oleh took Club21 bisa didapat di Pacific Plaza 03-09.

Buat yang tergila-gila dengan sepatu, tas merk Charles & Keith dan ingin dapat harga lebih miring bisa didapt di Anchorpoint.

Untuk dapatin barang-barang Esprit dengan harga miring bisa pergi ke Northpoint di daerha Yishun. Sedangkan untuk G2000 bisa pergi ke IMM Mall di Jurong.

Buat barang-barang elektronik, surganya adalah di Sim Lim Square (didaerah Bugis) dan Funan IT Mall (di daerah City Hall)

Penginapan

Untuk akomodasi di Singapura mau cari kamar di apartemen yang disewa harian didaerah Orchard, China Town atau dekat-dekat rumah sakit ada. Harganya bervariasi mulai dari yang SGD 70-SGD 100 tergantung ada tidak nya kamar mandi didalam, ada AC apa tidak ada AC dan besar kamar.

Tempat Main

* Jurong Bird Park

* Botanical Garden

* Kebon Binatang (keren dan bersih)

Sentosa. Salah satu acara tahunan pesta mereka yang berjiwa muda diadakan disini: Zouk Out. Disini juga akan dibangun salah satu resor judi.

Ada Sea World juga disini. Sekarang bisa dicapai dengan bis atau taksi.

East Coast Park: cocok buat main sepeda, roller-skating, piknik, pacaran, ajak anjing jalan-jalan, dsb

Mount Faber: resto Jewel Box nya romantis. Cocok buat makan malam dengan pasangan. www.mountfaber.com.sg

Tempat Makan

Kalau soal makanan di Singapura 24 jam pasti ada aja tempat makanan yang buka dan buanyaaaak banget tempat makanan enak. Mau yang ramah dompet sampai yang agresif buat dompet. Mau yang halal juga non-halal.

Ini yang murah meriah :

  • Maxwell Rd Amoy St Food Ctr #02-90: Beef Noodle

  • Maxwell Rd Amoy St Food Ctr #02-120: Masakan ala Penang

  • People’s Park Food P#01-1066: Poy Kee Yong Tau Foo

  • 316 Changi Road: Seng Kee Mushroom Minced Pork Noodles

  • 10 Raeburn Park, (Former Gan Eng Seng Sch)#01-24-26 Marketing Institute of Singapore:Seventh Heaven

Tiong Bahru Market: disini banyak banget makanan enak-enak, diantaranya:
  • Teng Yu Chee Cheong Fun Porridge

  • Tiong Bahru Pao. Yang terkenal char siew pao-nya. Ga halal.

  • Tiong Bahru Hokkien Prawn Mee

Walaupun Newton Circus sebagai salah satu tempat yang dianjurkan oleh Badan Turisme Singapura, saya sih ga menyarankan untuk pergi kesini. Karena ada beberapa pedagang yang kalau tahu yang mau beli adalah turis, harganya akan diketok banget.

Kalau mau yang lebih lengkap, masuk sini ini blog sudah terbukti penilaiannnya cukup objektif: ieatishootipost.sg

Beberapa makanan khas ala Singapura:
Nasi ayam Hainan:

  • Loy Kee:342 Balestier Road

  • Tian-Tian Hainanese Chicken Rice Maxwell Road Hawker Centre

  • Boon Tong Kee 401 Balestier Road

  • Wee Nam Kee Hainanese Chicken Rice: 275,Thomson Road #01-05 Novena Ville

Chilli Crab.

Lebih baik pergi ke East Coast Seafood Centre. Disini berkumpul resto-resto yang terkenal enak dalam menyajikan chilli crabnya, seperti Jumbo Restaurant (bukan cabang resto dengan nama yang sama di Hong Kong), Red Top Restaurant dan No Name Restaurant.

source : kompas.com

Friday, 6 March 2015

Berpacu Perahu di Delta Naga


Tak heran jika orang Vietnam cukup berani dan terampil berperahu, bahkan dengan perahu kecil seperti para pengungsi yang disebut Manusia Perahu. Sebab, sebagian rakyat negeri ini memang tak lepas dari perahu.Salah satu contohnya adalah masyarakat Delta Naga. Sebuah delta di Sungai Mekong ini memang cukup unik. Semua penduduk pasti memiliki perahu yang menjadi bagian penting kehidupan mereka.

Sungai Mekong memang sangat besar yang lebarnya bisa mencapai 3 kilometer lebih. Di salah satu wilayahnya, terdapat empat delta besar: Delta Con Long (Naga), Con Lan (Unicons), Con Qui (kura-kura), dan Con Phang (phoenix).

Keempat delta itu memiliki penduduk. Delta Naga paling besar di antara empat delta tersebut. Delta Naga yang luasnya 11 kilometer persegi, masih memiliki sungai yang membelah permukaannya.

Sungai yang lebarnya sekitara tiga sampai lima meter itu menjadi jalur transportasi terpenting buat penduduknya. Mereka berbelanja, mengantar sekolah, dan bekerja memakai perahu. Berada di sana tak pernah menemukan kendaraan apa pun, kecuali perahu. Tak ditemukan sepeda motor apalagi mobil, karena memang jalan-jalan yang ada tidak lebar.

Sejak membanjirnya wisatawan ke Vietnam pada 1990-an, masyarakat Delta Naga merasa mendapatkan tambahan rezeki baru. Mereka memanfaatkan lalu-lintas perahu sebagai salah satu objek wisata. Perahu pun bisa disewakan dan mendatangkan uang.

Biasanya, wisatawan turun ke delta itu di sisi lain di antara perahu besar. Mereka kemudian berjalan menyusuri jalan setapak, istirahat sejenak di warung-warung, baru ke wilayah tengah delta. Di sana, ada semacam terminal perahu. Wisatawan bisa naik, kemudian menuju ke muara untuk bertemu perahu lebih besar yang sbelumnya mengantar mereka.

Di sinilah sensasi dan daya tariknya. Sebab, sungai kecil itu sangat padat lalu-lintas perahu. Naik perahu di sungai itu, seperti diajak berpacu dengan perahu lain. Tak bisa berhenti, karena bisa memacetkan lalu-lintas.

Hanya dengan 20 ribu dong (mata uang Vietnam) atau sekitar 1 dollar, kita bisa naik perahu menuju ke muara atau perahu besar. Sang pendayung akan mempertontonkan keterampilan mereka mendayung, berbelok ke kanan atau kiri.

Keterampilan mereka sungguh mengagumkan. Sebab, dari arah berlawanan juga banyak perahu yang melaju. Sehingga, jika tak pintar, perahu bisa bertabrakan. Perahu-perahu itu besarnya 120 cm kali 3 meter.

Namun, meski penuh sesak dengan perahu, jarang ada tabrakan. Paling gesekan kecil. Padahal, laju perahu cukup cepat dan berkelok-kelok. Ini yang menimbulkan sensasi, sekaligus menaikkan andrenalin.

Satu catatan, sebagian besar pendayung perahu adalah wanita, terutama ibu-ibu. Sebab, ada anggapan di sana, kalau lelaki mendayung perahu di sungai itu kesannya banci. Sebab, lelaki tugasnya bekerja, bertani atau berdagang. Kalaupun berperahu, sekalian di Sungai Mekong yang teramat besar. Meski begitu, ada pula beberapa lelaki yang ikut mendayung perahu di sungai itu.

"Ini sudah menjadi kebiasaan lama. Urusan belanja dan mengantar anak ke sekolah adalah tugas wanita. Lelaki bekerja di ladang atau berdagang di kota. Mereka menggunakan perahu hanya untuk keperluan bekerja. Maka, sejak lama lebih banyak wanita yang membawa perahu melewati sungai ini," ujar salah satu penduduk di situ yang harus dimengerti bahasanya lewat penterjemah.

Jarak terminal perahu dengan muara sekitar 500 meter sampai satu kilometer. Meski tak terlalu jauh, berpacu dengan perahu di sungai itu amat menyenangkan, terkadang menegangkan. Sebab, perahu yang datang dari arah berlawanan sering banyak dan seolah akan menyerbu dan menabrak. Tapi, para pendayung sangat ahli mengendalikan perahunya, jadi jarang tabrakan.

Sepanjang perjalanan, kita juga bisa menyaksikan pemandangan di kanan-kiri yang cukup asri. Sebab, kebanyakan masih natural, belum banyak tersentuh modernitas. Semak-semak, pohon-pohon kelapa, akar pohon yang terlihat, juga kehidupan penduduk yang sederhana

source :kompas.com
 
Copyright © 2013 Lifestyle |Tentang Kami | Privacy Policy
Powered byBlogger