BREAKING NEWS

Vacation

Trending

Tahukah anda ?

From our Blog

Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Friday, 13 March 2015

7 Destinasi Wisata Misteri Ini Wajib Kamu Kunjungi Kalau Ngaku Punya Nyali!

Indonesia adalah salah satu negeri yang punya sejuta tawaran wisata menarik bagi siapa saja yang datang. Mulai dari wisata alam, budaya, religi, sampai dengan kuliner semua tersedia di sini. Bahkan bagi kamu yang senang menantang adrenalin dengan mengunjungi tempat-tempat angker, di Indonesia ada banyak tempat yang bisa memuaskan hasratmu tersebut.

Berwisata ke tempat angker memang terdengar menyeramkan tapi sekaligus bikin penasaran. Cerita-cerita yang berkembang tentang suatu tempat akan membuat orang merasa tertantang untuk untuk membuktikan kebenaran cerita yang berkembang. Nah bagi kamu yang memang menyukai wisata yang bisa menaikkan bulu kuduk, berikut ini Hipwee akan mengulas berbagai tempat wisata di Indonesia yang terkenal dengan cerita seramnya:

1. Konon, Ada Pantangan Menyebutkan Kata ‘Pedas’ dan ‘Lada’ Saat Berkunjung ke Goa Belanda
 

Bagi masyarakat Bandung wisata misteri di Goa Belanda yang terletak di Taman Hutan Raya, Dago Pakar tentu bukanlah hal yang asing lagi. Alasannya adalah karena keangkeran tempat tersebut sudah begitu terkenal di daerah tersebut. Bahkan karena keterkenalannya, kini sudah ada tour khusus yang ditujukan untuk mencoba betapa mencekamnya tempat ini. Dengan didampingi oleh guide dari tempat itu wisatawan yang datang untuk mengetahui keseraman Goa Belanda, pengunjung akan diajak untuk masuk ke goa tersebut sembari diperdengarkan berbagai cerita menyeramkan yang mereka punya.

Menurut cerita yang berkembang, konon katanya di goa tersebut sering terdengar suara tentara yang sedang berbaris bahkan ada juga suara orang menjerit. Tidak hanya suara-suara aneh saja yang membuat Goa Belanda terasa begitu mencekam. Mitos yang menyebutkan bahwa di tempat ini tidak boleh menyebutkan kata pedas atau dalam bahasa Sunda Lada juga menambah kesan mistis di tempat tersebut. Bagi orang yang melanggar aturan ini dipercaya akan mengalami hal-hal mistis bahkan sampai tertimpa kesialan.

2. Buktikan Misteri Hantu Noni Belanda Bernama Nancy di SMAN 5 Bandung

Kalau kamu masih penasaran dengan tempat angker lainnya yang bisa kamu kunjungi di Bandung, datanglah ke SMA Negeri 5 yang tidak hanya terkenal sebagai sekolah unggulan tapi juga kerena keangkerannya. Bagi penghuni sekolah bahkan masyarakat sekitar cerita tentang keseraman cerita tentang hantu noni Belanda bernama Nancy yang diduga mati bunuh diri akibat kisah cintanya harus berakhir tragis ini sudah begitu akrab. Selain karena urusan cinta, Nancy juga melakukan bunuh diri diduga karena malu setelah mengalami pemerkosaan. Ada banyak versi cerita tentang penyebab kematian Nancy.

Nancy diceritakan sebagai sosok hantu berparas cantik yang suka memunculkan dirinya. Menurut beberapa cerita yang berkembang kisah Nancy menampakkan diri telah terjadi beberapa kali jika ia merasa terganggu. Maka dari itu juru kunci yang adalah penjaga sekolah di tempat ini selalu menyediakan bir sebagai sesajen untuk menenangkan arwah yang gentayangan itu.

3. Kamu Juga Bisa Berkunjung Makam Raja-Raja Imogiri yang Tak Hanya Indah Tapi Juga Menyimpan Kemagisan Tersendiri

Di Yogyakarta ada juga beberapa tempat yang terkenal dengan wisata misteri yang salah satunya adalah Makam Raja-Raja Imogiri. Sesuai dengan namanya pekuburan ini adalah tempat bersamayamnya Raja yang dulu pernah memerintah di daerah Imogiri. Makam yang terletak di atas bukit ini mengharuskan pengunjung yang ingin melihat kuburan raja menaiki anak tangga yang kurang lebih berjumlah 340 buah. Konon katanya bagi siapa saja yang menaiki tangga dan menghitung jumlahnya tepat sejumlah 340 maka segala keinginan dan cita-cita bisa tercapai.

Jika kamu datang ke makam ini dan ingin melihat makam maka ada kewajiban untuk memakai busana jawa. Bagi pengunjung laki-laki menggunakan beskap dan jarik sementara perempuan harus menggunakan kemben. Hal ini menjadi peraturan yang ditetapkan oleh pengelola makam Raja Imogiri. Kemagisan lainnya juga terletak pada keberadaan air berkah yang dipercaya bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Air suci ini disimpan di dalam gentong-gentong yang konon katanya meskipun disimpan selama apapun rasa dan warna air tidak akan berubah.

4. Masih Kurang Menantang? Datanglah ke Benteng Vredeburg Yogyakarta. Konon di Sana Ada Pasukan Tentara Tanpa Kepala

Salah satu tempat wisata yang wajib kamu kunjungi kala berlibur di Yogyakarta adalah Benteng Vredeburg. Benteng yang dulunya dijadikan tempat pertahanan tentara Belanda tersebut selain memiliki cerita bersejarah tersendiri juga menyimpan kisah misteri di dalamnya. Menurut cerita yang berkembang beberapa orang mengaku pernah melihat hantu noni Belanda berkaki kuda. Selain hantu perempuan ada juga cerita suara mirip pasukan tentara yang sedang berlatih di mana hantu tersebut muncul tanpa kepala.

Hantu pasukan tentara tanpa kepala tersebut seringkali menampakkan dirinya. Kisah misteri lainnya terjadi pada tahun 1988 saat renovasi Pasar Beringharjo ada kejadian menggemparkan yakni terdengarnya suara teriakan dari dalam benteng. Setelah diusut ternyata suara tersebut adalah suara arwah dari tawanan yang berada di benteng Vredeburg. Bagi kamu yang penasaran dengan keangkeran benteng ini bisa datang saat malam hari dan membuktikannya sendiri. Berani?

5. Masih dari Jogja. Gedung Rektorat Universitas Gadjah Mada Kabarnya Dihunu Hantu Belanda Bertubuh Tinggi

Kisah menyeramkan di kampus pada dasarnya tidak hanya terjadi di Universitas Gadjah Mada saja tetapi sepertinya juga dimiliki hampir setiap universitas di Indonesia. Tapi jika kamu penasaran dengan salah satu kampus paling berhantu adalah UGM. Kampus tertua di Indonesia ini memiliki banyak spot yang dianggap angker. Mulai dari hantu Rohana di jembatan Fakultas Pertanian, hantu Mbak Yayuk, sampai dengan mitos dilarang menyanyikan lagu Gugur Bunga di Fakultas Teknik yang jika dilanggar bisa ‘memanggil’ makhluk yang ada di sana.

Tidak hanya cerita di tiga tempat di atas, saja, cerita tentang keberadaan hantu Belanda bernama Menir yang dulunya sering menampakan diri juga terkenal di kampus ini. Konon dulu katanya ada cerita di tahun 2000-an yakni tiga mahasiswa yang melihat si hantu pria bertubuh tinggi tersebut. Ketiga mahasiswa yang ternyata berasal dari Fakultas Geofisika tersebut sedang mengerjakan tugas hingga pukul 22.00. Ketika itu ada seorang bapak tua datang dan bergabung duduk bersama mereka.

Tiba-tiba pulpen salah satu dari ketiga mahasiswa jatuh dan ketika sedang mengambil mahasiswa tersebut hanya melihat dua pasang kaki padahal di situ ada tiga orang lainnya. Merasa ada yang salah dengan hal tersebut ia pun berpamitan dengan temannya dan setelah pergi mengirim pesan singkat memberitahu perihal hal yang baru saja dilihatnya. Teman yang penasaran pun mengetes dengan juga menjatuhkan pulpen. Setelah pulpen dijatuhkan, mahasiswa itu juga melihat hal yang sama. Karena sudah merasa takut mereka pun berpamitan pulang dengan si bapak tua tersebut yang lalu dijawab dengan kalimat:
“Kalian mau pulang karena sudah malam atau karena sudah tahu?”
6. Di SMA 1 Tugu Malang Kamu Bisa Menemukan Peninggalan Terowongan Maut yang Letaknya Tersembunyi

Meskipun SMA 1 Tugu Malang bukanlah objek wisataa angker yang bisa kamu datangi dengan seenaknya tetapi cerita seram yang berasal dari sekolah ini cukup bisa membuat bulu kuduk berdiri. Mulai dari kisah lantai dengan bercak darah, tentara tanpa kepala, sampai dengan yang paling menyeramkan adalah keberadaan terowongan maut. Pernah ada cerita tentang siswa yang sengaja ingin membuktikan keseraman dari terowongan tersebut yang berakhir pada keadaan tidak normal dari siswa yang mencobanya.

Terowongan tersebut berukuran selebar tubuh manusia yang menghubungkan antara kompleks Tugu yang dulunya pusat pemerintah dengan stasiun kota baru. Kedua siswa nekad mencoba masuk ke dalam terowongan tersebut. Siswa pertama yang mencoba baru masuk setengah dan langsung kembali dengan berteriak strategis. Sementara siswa kedua berhasil masuk dan menuntaskan perjalanan tapi baru ditemukan 2 minggu kemudian dalam keadaan tidak normal.

7. Rumah Hantu Darmo Surabaya Keangkerannya Siap Menantang Siapa Saja yang Berani Datang Ke Sana

Rumah yang sudah lama ditinggalkan oleh penghuninya memang seing jadi sasaran empuk cerita-cerita mistis tak terkecuali rumah yang terletak di Surabaya satu ini. Rumah yang beralamatkan di Jalan Permai II no.26 ini sudah ditinggalkan oleh pemiliknya kurang lebih 10 tahun lamanya. Berdasarkan cerita yang berkembang pemiliki rumah meninggal karena dibunuh oleh makhluk halus sebagai konsekuensi dari pesugihan.

Dari bentuk bangunan yang menyeramkan tidak mengherankan bila banyak cerita mistis yang berkembang. Nah bagi kamu yang merasa punya nyali tinggi silahkan datang ke tempat ini dan bertemu dengan berbagai ‘kejutan’ yang ada di sana.

Kamu tentu memiliki kebebasan untuk percaya atau tidak pada cerita-cerita yang berkembang pada tempat di atas. Namun jika kamu memang penasaran dan merasa tertantang untuk mencoba tidak ada salah jika kamu langsung datang untuk melihat.

source : Priscilla Silaen

Thursday, 12 March 2015

Pulau Menjangan Bali

Jika Anda suka menyelam dan berpetualang di bawah laut, sempatkan datang ke Pulau Menjangan. Ini adalah pulau yang berada dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Adalah perairan di sekitar pulau ini yang menjadi tujuan para pelancong, karena panorama bawah lautnya yang sangat indah. Tahukah Anda, keindahan panorama bawah laut Pulau Menjangan merupakan salah satu yang terindah di dunia.

Karang-karangnya tersusun menyerupai terasering dan menempel di dinding hingga kedalaman 50 meter. Ada karang biru, karang meja dan berbagai jenis karang lain yang dilindungi pemerintah. Konon, keindahan panorama bawah laut di kawasan ini tak kalah dibanding panorama bawah laut di Karibia.

Tak heran, sudah sejak lama kawasan ini menjadi ajang aktivitas menyelam para wisatawan asing. Biasanya, para wisatawan itu menyeberang ke Pulau Menjangan pada pagi hari dan kembali ke Pulau Bali pada sore hari. Menggunakan perahu motor, menyeberang ke Pulau Menjangan dari Pulau Bali atau sebaliknya, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Untuk sampai ke tempat menyelam di Pulau Menjangan, wisatawan bisa langsung ke Labuhan Lalang yang menjadi tempat penyeberangan. Lokasinya sekitar 10 kilometer sebelah utara Pelabuhan Gilimanuk. Masuk ke lokasi penyeberangan ini, wisatawan dikenakan retribusi Rp 2.500 per orang dan dapat menyewa perahu seharga Rp 250 ribu selama lima jam.

Perahu ini bisa mengangkut maksimal 12 orang penumpang. Yang khas dari perahu ini adalah, bagian geladaknya dibuat dari kaca sehingga wisatawan bisa menikmati panorama bawah laut dari atas perahu. Desain ini disiapkan untuk wisatawan yang enggan menyelam, namun ingin menikmati panorama bawah laut.

Setidaknya terdapat 5.000 wisatawan yang berkunjung ke Pulau Menjangan setiap bulannya. Sebagian besar dari mereka adalah wisatawan asing asal Eropa seperti Belanda dan Prancis. Sebagian lainnya adalah turis asal Asia seperti Korea dan Jepang. Wisatawan domestik? Hanya sesekali saja terdapat rombongan wisatawan lokal yang berkunjung ke sana. Mereka biasanya tidak menyelam, melainkan hanya menikmati keindahan bawah laut dari atas perahu.

Mereka yang ingin menyelam di perairan Pulau Menjangan namun khawatir tersesat di bawah laut karena tidak mengenal medan, bisa menyewa pemandu menyelam yang sudah berpengalaman. Jika enggan menyelam, wisatawan bisa melakukan snorkeling untuk menikmati keindahan penarama bawah laut. Puas menyaksikan keindahan alam bawah laut, wisatawan bisa menghabiskan waktu sembari duduk-duduk, berenang, atau mandi di tepi pantai pulau yang tak berpenghuni ini.

Sesuai dengan namanya, pulau ini memang dihuni banyak menjangan. Saat bersantai di pulau ini, jangan kaget bila tiba-tiba muncul hewan bertanduk dari balik semak. Itu dia menjangan. Dulu, populasi menjangan di pulau ini cukup banyak. Namun akibat perburuan yang dilakukan sejumlah orang yang tidak bertanggungjawab, populasi menjangan di pulau ini, menyusut.. Pemerintah agaknya menyadari hal itu. Konservasi yang dilakukan pemerintah terhadap Pulau Menjangan dengan memasukkannya ke dalam zona TNBB, merupakan langkah untuk melindungi habitat menjangan dari kepunahan.

Tak hanya terumbu karang dan menjangan. Taman Nasional Bali Barat juga dikenal sebagai habitat burung jalak bali atau jalak putih. Dulu, ratusan burung berbulu putih dan bermata biru itu menghuni kawasan hutan di TNBB. Namun, lagi-lagi karena ulah tangan-tangan jahil, burung yang harganya bisa mencapai Rp 50 juta per ekor tersebut diburu dan kini musnah. Beruntung, masih ada tempat penangkaran jalak bali yakni di Pulau Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

Menyambangi wilayah paling barat Pulau Bali, jangan pula melewatkan objek wisata air panas di Desa Sumber Kima. Wisatawan lokal dari berbagai daerah di Bali sering melancong ke sana, khusus untuk mandi air panas yang keluar dari mata air alami. Konon, air panas ini bisa mengobati sejumlah penyakit. ''Saya secara rutin, terutama setiap liburan sekolah, datang untuk mandi di sini bersama anak-anak dan anggota keluarga,'' kata Wayan Tirta, warga asal Kabupaten Buleleng.

Puas berendam di air panas, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke arah timur sekitar 10 km untuk mencapai Pura Pulaki. Di sini, ratusa kera siap menyambut kedatangan Anda. Kera-kera itu jinak dan sangat akrab dengan wisatawan yang datang. Hanya saja, jangan terlena oleh sikap jinak mereka. Sebab, di balik gayanya yang ramah dan jinak, mereka ternyata suka usil seperti membuka pengunci tas atau menjambret perhiasan.

Mengingat wilayahnya yang luas, perlu waktu setidaknya satu hari untuk menikmati tempat-tempat menarik di Bali bagian barat ini. Tak perlu risau, jika Anda harus menginap. Banyak hotel dan hotel melati yang bisa dipilih sebagai tempat bermalam. Tarifnya relatif murah, bisa ditawar pula. Jika Anda berniat melanjutkan perjalanan ke Bali Timur seperti Denpasar atau Ubud, sebaiknya menginap di Negara, ibukota Kabupaten Jembrana. Di kota ini, tersedia pilihan penginapan yang lebih bervariasi. Anda juga bisa dengan mudah mencari pengisi perut, baik untuk makan malam maupun sarapan.

Pantai Pasir Putih Situbondo

Pantai Pasir Putih di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, dikenal karena hamparan pasirnya yang putih. Tak hanya itu, morfologi pantai inipun terbilang unik. Topografinya yang melengkung menghadap ke laut dengan latar belakang hutan membentuk gugusan panorama yang sangat indah.

Ke arah utara, wisatawan dapat melihat luasnya laut utara Jawa dengan garis putih di pinggir pantai. Di belakangnya, rimbunan hutan menyajikan kesejukan tersendiri.

Pasir Putih merupakan salah satu tujuan wisata pantai andalan bagi Provinsi Jawa Timur. Hal ini karena letaknya yang strategis, yaitu di pinggiran jalan utama Surabaya-Banyuwangi. Wisatawan yang ingin menuju ke Bali (dari Surabaya), atau menuju Gunung Bromo (dari Banyuwangi), biasanya mampir untuk beristirahat dan menyaksikan keindahan panorama yang disuguhkan, terutama menikmati eloknya matahari terbenam (sunset).

Berbagai macam olahraga laut seperti berenang, menyelam, maupun berselancar dapat dilakukan di pantai ini. Jika enggan berenang, pengunjung dapat menaiki perahu untuk berlayar dan menikmati pemandangan bawah laut. Beragam hiburan seperti konser musik dan bermacam lomba seperti lomba selancar, memancing, dan lomba perahu nelayan tradisional sering diadakan untuk memuaskan para wisatawan.

Selain itu, pada bulan Oktober para nelayan biasanya mengadakan upacara Petik Laut, yaitu melarung makanan, jajanan, dan kepala lembu ke tengah laut sebagai upaya memohon berkah hasil laut dari Tuhan. Pada upacara ini tak jarang diadakan pementasan musik ”Gandrung”, yaitu musik tradisional yang populer di daerah Banyuwangi dan sekitarnya.

Lokasi Pantai Pasir Putih terletak di Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Jalur menuju Pantai Pasir Putih terbilang mudah karena posisinya di pinggir jalan utama Surabaya-Banyuwangi. Arena wisata pantai ini berjarak + 174 km dari Surabaya atau sekitar 4 jam perjalanan menggunakan bus (angkutan umum) dari terminal Bungurasih, Surabaya.

Dari arah Situbondo, Pasir Putih berjarak + 21 km atau setengah jam perjalanan dari Kota Situbondo. Dari Ibu Kota Kabupaten ini, perjalanan menuju Pasir Putih dapat ditempuh dengan angkutan umum sepert bus dan minibus. Tiap pengunjung dikenakan biaya tiket sebesar Rp 5.000.

Untuk pengunjung yang belum mahir berenang, di sekitar lokasi pantai terdapat banyak penyewaan ban-pelampung untuk bermain-main di tengah laut. Wisatawan juga dapat menyewa perahu yang dilengkapi kota-kaca untuk menyaksikan pemandangan bawah laut. Pengelola wisata juga menyediakan fasilitas kamar mandi, musholla, dan beberapa tempat untuk beristirahat berupa bangku beton yang biasanya dekat dengan para penjaja makanan.

Di tempat ini juga tersedia kios-kios yang menjual souvenir seperti replika perahu serta hiasan dan aksesoris dari kerang. Bagi yang ingin menginap, di sekitar lokasi terdapat penginapan berupa hotel, motel, dan losmen. Tetapi kalau ingin berkemah, ada juga area khusus untuk berkemah.

source : lukman solihin

Kawah Putih Bandung , Amazing !

Perjalanan wisata ke kota Bandung selalu menyenangkan di mana obyek wisata Bandung banyak yang menarik, salah satunya adalah Kawah Putih. Pesona alam dan keindahan Kawah Putih sangat menakjubkan, membuat saya hampir selalu mengunjungi Kawah Putih, jika berlibur ke Bandung. Kawah Putih terletak di lereng gunung Patuha, kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, sekitar 45 kilometer dari selatan kota Bandung, berada di antara jalur Ciwidey dan Situ Patenggang.

Kawah Putih yang berada di ketinggian 2.194 meter di atas permukaan laut, terbentuk saat terjadi letusan gunung Patuha pada abad ke 10 sampai dengan abad ke 12, menyimpan suatu misteri pada masa lampau. Masyarakat menganggap puncak Gunung Patuha sebagai daerah angker dan menyeramkan dan mereka menganggap gunung Patuha adalah tempat bertemunya para leluhur Bandung Selatan dan saking angkernya, burung-burung yang melewati Kawah Putih pun akan binasa.

Pada tahun 1837 Dr, Franz Wilheim Junghun, seorang ilmuan Belanda peranakan Jerman, yang juga pengusaha perkebunan Belanda yang mencintai kelestarian alam. Kondisi lembah Gunung Patuha pada waktu itu masih berupa hutan lebat, dipenuhi pohon-pohon kayu jenis lokal seperti rasamala, saninten, huru, samida dan lain sebagainya. Beliau tidak percaya pada cerita masyarakat dan malah penasaran, akhirnya beliau melanjutkan perjalanan menembus hutan belantara hingga akhirnya menemukan sebuah kawah yang sangat indah, yang saat ini dikenal sebagai Kawah Putih. Dari dalam kawah tersebut keluar semburan lava yang berbau belerang, yang di kemudian diketahui bahwa bau belereng inilah yang menyebabkan kawanan burung enggan untuk terbang di atas permukaan kawah.

Bagi orang yang baru pertama kali mengunjungi Kawah Putih, biasanya akan terpaku melihat genangan air yang berwarna putih disertai dengan asap putih yang mengepul di atasnya. Warna air di Kawah Putih selalu berubah-berubah mengikuti cuaca, bila matahari bersinar dengan teriknya, air pada Kawah Putih berwarna hijau apel dan kebiru-biruan, terkadang juga berwarna coklat susu, kuning terang dan yang sering dijumpai adalah berwarna putih disertai dengan kabut tebal di atas permukaan kawah. Selain permukaan kawah berwarna putih, pasir dan bebatuan di sekitarnya pun didominasi oleh warna putih.

Kabarnya bila mengunjungi Kawah Putih pada malam hari, saat rembulan dan bintang-bintang menerangi malam, dari danau Kawah Putih akan terlihat pancaran cahaya berwarna terang kehijau-hijauan yang menghiasi kawah dan akan membentuk lingkaran yang menerangi seluruh lokasi kawah.

Meskipun Kawah Putih telah ditemukan pada tahun 1837 oleh Dr. Franz Wilheim Junghun, tetapi keindahan alam Kawah Putih baru dapat dinikmati oleh masyarakat luas pada tahun 1987 setelah PT Perhutani (Persero) Unit III Jabar dan Banten mengembangkan menjadi obyek wisata.

Di Kawah Putih terdapat sebuah goa buatan sedalam 5 meter yang tertutup untuk umum dan sampai sekarang masih tercium bau belereng yang sangat menyengat dan ada peringatan agar jangan terlalu lama berada di depan goa.

Dari sinilah awal mulanya berdirinya pabrik belerang Kawah Putih pada jaman Belanda yaitu Zwavel Ontgining Kawah Putih dan usaha ini dilanjutkan pula pada masa Jepang dengan sebutan Kawah Putih Kenzaka Yokoya Ciwidey di bawah pengawasan langsung militer Jepang.

Cerita-cerita ini sekarang tinggal misteri dan Dr. Franz Wilheim Junghun telah tiada, namun penemuannya masih dikenal dan masih tetap mempesona sampai saat ini dan Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten telah mengembangkan sebagai Ecotourism Wana Wisata pada tahun 1991.

Kawah Putih memang menakjubkan dan mempesona walaupun cuaca di Kawah putih sangat tidak stabil, sebentar turun hujan deras dan berkabut dan tak lama kemudian cuaca menjadi cerah, cekungan di Kawah Putih seluas 25 hektar berair keputih-putihan.

Berhubung cuaca di kawasan Kawah Putih yang cukup dingin ditambah dengan hujan yang suka datang mendadak, sebaiknya membawa payung dan mengenakan jaket atau mantel.

Untuk mencapai Lokasi Kawah Putih, dari pintu masuk hingga ke kawah jaraknya sekitar 5 kilometer, dapat ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit dengan mobil dengan pemandangan rimbunnya dan hijaunya hutan tropis. Harga Tiket untuk menikmati keindahan Kawah Putih, sebesar Rp 11.000 per orang.

Setelah puas menikmati keindahan alam Kawah Pesona, pengunjung dapat membeli camilan berupa kacang rebus, jagung bakar, ketan bakar dengan bumbu tiga rasa yaitu oncom, kacang dan kelapa atau dapat membeli beberapa kotak buah strawberry yang segar atau bantal dan pernak-pernik lainnya berbentuk strawberry sebagai buah tangan.

Jika masih ingin melanjutkan perjalanan wisata di Bandung Selatan, kita masih dapat melanjutkan ke obyek wisata lainnya seperti danau Situpatenggang, Rancaupas yang sejak lama menjadi penangkaran rusa dan tempat perkemahan, pemandian air panas Cimanggu dan sepulangnya dari lokasi wisata di atas, kita dapat juga memetik sendiri strawberry di sepanjang jalan raya Ciwidey dengan membayar sekitar Rp 25.000 – Rp. 35.000 untuk satu kilogram strawberry yang segar.

source : Ariana

Pantai Alam Indah

Pantai Alam Indah (PAI), salah satu ­lokawisata Kota Tegal terus berbenah. Kini penambahan sarana dan prasarana di objek wisata tersebut terus dilakukan Pemkot Tegal. Kalau selama ini sarana wisata yang ada itu berupa taman bermain, anjungan, waterboom, dan Monumen Bahari, maka mulai awal Ramadan sarananya dilengkapi dengan anjungan yang ­panjangnya mencapai 250 meter dan kapal restorasi bernama ­ Lor ing Margi. Jenis restoran apung tersebut bisa dibilang satu-­satunya di Jateng.

Tentu saja itu semua bertujuan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Keberadaan restoran apung Lor Ing Margi dan anjungan baru dapat menjadi magnet untuk menggaet wisatawan lokal maupun dari luar daerah untuk berkunjung ke PAI. Dengan demikian, pendapatan asli daerah Kota Tegal meningkat.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebuda­ya­an dan Pariwisata (Disporbudpar), Ir HM Wah­yudi MM, mengatakan, kapal Lor Ing Margi resmi beroperasi, Minggu (9/8). Laun­ching dilakukan Wali Kota Tegal H Ikmal Jaya SE Ak. Kapal tersebut merupakan kapal kargo yang biasa digunakan untuk mengangkut kayu dari Kalimantan. Namun sejak tahun 2007, oleh PT Tegal Shipyard Utama, kapal yang memiliki panjang 45 meter dan lebar 12,5 meter itu disulap menjadi sebuah kapal restorasi (restoran terapung).

Menurut Wahyudi, Kapal Lor Ing Margi tak hanya berfungsi sebagai restoran, namun juga dapat digunakan sebagai kegiatan rapat, acara pernikahan dan pesta ulang tahun atau acara syukuran. Sebab, kapal tersebut juga menyediakan restoran dengan daya tampung lebih dari 150 orang.

Demikian juga ruang rapat di bagian ba­wah berkapasitas 100 orang. Selain itu ada empat buah kamar yang di bagian paling atas dekat ruang kemudi.

Wahyudi mengemukakan, pihaknya selama bulan Ramadan juga meningkatkan pengawasan terhadap objek wisata PAI. Upaya tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya sejumlah orang yang memanfaatkan untuk tempat berbuat maksiat. Dia mengatakan, jumlah petugas yang melakukan pengawasan sebanyak 8 personel, terdiri atas polisi, Satpol PP, TNI AL dan petugas dari Disporbudpar.

Menurut dia, dalam rang­­ka meningkatkan kenyamanan pengunjung pihaknya dalam waktu dekat ini akan melakukan penataan parkir kendaraan. Pasalnya, selama ini kondisi parkir kendaraan masih semra­wut. Bahkan, sering dijumpai pengunjung me­markir mobil maupun motor hingga di dekat pantai.

Kondisi demikian, menyebabkan suasana PAI tidak teratur. Oleh karena itu, perlu dila­ku­kan penataan terhadap kendaraan pengunjung. Sesuai rencana, akan ada areal parkir di depan masjid di komplek PAI. Selain itu, akan ada peningkatan jalan yang mengelilingi taman kura-kura. Upaya tersebut untuk mengatasi ge­nangan rob yang biasa terjadi saat musim angin timuran dan musim penghujan.

Dengan adanya langkah-langkah tersebut, ketertiban dan kenyamanan pengunjung semakin meningkat. Para pengunjung ketika akan menuju pantai berjalan kaki, sehingga lingkungan pantai terlihat bersih dan teratur.

Yang pasti, seiring dengan kelengkapan sarana dan prasarana wisata, seperti adanya penambahan anjungan dan restoran terapung Lor Ing Margi jumlah pengunjung PAI semakin meningkat. Pihaknya, optimistis target Rp 1 miliar per tahun bisa terpenuhi.

Tahun ini objek wisata alam satu-satunya di Kota Bahari itu akan diperlebar sekitar tujuh hektare. Adapun jumlah anggaran yang disiapkan mencapai Rp 3 ,3 miliar. Dana tersebut antara lain untuk pengurugan wahana permainan anak, pembangunan jalan di taman kura-kura, pembangunan saluran air, pembangunan mandi bilas dan WC umum, pembangunan Monumen Bahari tahap kedua, pembangunan area parkir serta pembangunan tembok keliling.

Menurut Wahyudi, pengembangan PAI akan memberikan dampak multiefek yang baik kepada masyarakat di sekitarnya. Pasalnya, dengan semakin ramainya pengunjung ekonomi masyarakat juga bisa meningkat. Mereka bisa berdagang berbagai makanan sehingga memperoleh penghasilan.

Selain pengembangan sarana dana prasa­ra­na pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) juga melakukan perbaikan terhadap se­jumlah akses jalan yang menunju ke PAI. Wu­jud­nya antara lain peningkatan Jl Sangir, Jl Hal­mahera, pembangunan saluran air Jl Hal­ma­hera dan saluran samping Universitas Pan­ca­sakti (UPS) Tegal. Untuk kegiatan tersebut telah dianggarkan dana mencapai Rp 1,6 miliar.

Jadi, dengan kelengkapan seperti yang ada sekarang, PAI yang sekian lama selalu menjadi magnet pada saat Lebaran, bakal semakin ramai. Beberapa hari ini memang belum bisa dihitung. Tapi pihak pengelola memprediksi jumlah kunjungan bakal mencapai 6 ribu orang setiap harinya.

Apalagi semuanya telah dipersiapkan benar menjelang Lebaran. Kepala Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar), Ir HM Wahyudi MM mengatakan, berdasarkan yang sudah-sudah, lonjakan jumlah pengunjung terjadi pada H+2 dan H+3. Karena itu, pihaknya kini terus melakukan perbaikan sarana dan prasarana yang kurang mema­dai, antara lain pembangunan area pakir di de­pan Masjid PAI dan Waterboom dengan luas men­capai 600 meter persegi. Selain itu, pening­katan jalan yang mengelilingi taman kura-kura.

Dia juga mengemukakan, pihaknya telah menyiagakan sejumlah petugas untuk pengamanan, menjaga kebersihan dan keselamatan pengunjung. Tak hanya itu, sejumlah personel Tim SAR dari Polairud juga dilibatkan untuk pemantauan di pantai.

Kasi Pengembangan Produk dan Usaha Pariwisata, Sudibyo menambahkan, pihaknya juga telah melayangkan surat kepada para pengelola perahu wisata untuk mempersiapkan alat-alat keselamatan bagi para pengunjung yang menggunakan jasa perahu wisata. Selain itu, seluruh pedagang dan tukang parkir diminta menjaga ketertiban dan kebersihan. ”Mereka dilarang memanfaatkan situasi dengan menaikan harga yang memberatkan para pengunjung,” ujarnya.

Ya, wajah baru PAI bisa menjadi magnet menarik untuk pewisata. Tentu tak hanya ketika liburan Lebaran, magnet itu bakal terus menarik di waktu-waktu selanjutnya. Yang lebih mengasyikkan lagi, lokasinya tak jauh dari pusat Kota Tegal.

Tuesday, 10 March 2015

Museum Angkut

Saat ini, Malang telah menjadi salah satu kota di Indonesia yang terus berupaya mengembangkan bisnis pariwisatanya selain Bali, Bandung dan beberapa kota lainnya. Malang menjadi destinasi favorit warga Jawa Timur dan sekitarnya untuk menghabiskan masa liburan.

Dengan udara sejuk khas daerah pegunungan, Malang mampu menarik perhatian wisatawan. Selain tempat wisata alam seperti pegunungan dan agrowisata, kota ini juga memiliki banyak tempat wisata modern yang sayang jika dilewatkan. Salah satunya adalah Museum Angkut.

Museum Angkut merupakan sebuah tempat wisata baru yang memiliki konsep unik. Dibuka pada tanggal 9 Maret 2014, Museum Angkut menjadi tempat wisata pertama di Asia Tenggara yang mengusung tema transportasi. Museum ini dibangun sebagai tanda apresiasi untuk perkembangan dunia transportasi nusantara dan dunia. Maka tak mengherankan jika di sini Anda bisa menyaksikan berbagai koleksi moda transportasi mulai dari yang masih menggunakan tenaga binatang sampai tenaga listrik.

Museum Angkut berada di bawah naungan Jawa Timur Park Group, sebuah perusahaan pengembang yang juga mendirikan Jatim Park I & II dan Batu Secret Zoo dan beberapa tempat wisata populer lainnya. Hal ini tentunya cukup untuk memberi gambaran bahwa tempat wisata ini tidak digarap sembarangan, Jawa Timur Group telah memiliki banyak pengalaman dalam mengembangkan tempat wisata andalan di Indonesia.

Selain mendapatkan informasi mengenai perkembangan dunia transportasi dunia, Anda yang hobi foto juga bisa memuaskan kegemaran Anda di tempat wisata ini. Berbagai landmark buatan yang ada tentunya bisa menjadi latar foto yang menarik. Museum Angkut juga seringkali dijadikan lokasi pameran, event komunitas, kompetisi modifikasi mobil sampai foto prewedding dan pengambilan gambar video klip.

Dengan luas sekitar 3,7 hektar, tempat wisata ini dibagi menjadi beberapa zona dan dilengkapi dengan beragam ornamen dan landmark khas setiap zona. Berikut zona-zona yang ada di Museum Angkut:

Zona Edukasi
Zona ini cocok sekali untuk dikunjungi bersama anak-anak. Di sini, anak-anak akan mendapatkan informasi mengenai sejarah perkembangan transportasi dengan cara yang menyenangkan.

Zona Sunda Kelapa dan Batavia
Berbagai kendaraan atau transportasi nusantara di masa lalu dapat Anda saksikan di sini. Terdapat replika Pelabuhan Sunda Kelapa lengkap dengan miniatur kapal yang dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Sejarah perkembangan Sunda Kelapa dan Batavia tentunya tak lepas dari pemerintahan Hindia-Belanda. Di sini, Anda bisa melihat replika toko-toko dengan ejaan Belanda.

Zona Jepang
Siapa yang meragukan Jepang dan teknologinya? Negara ini dikenal sebagai salah satu negara dengan perkembangan teknologi terbaik di dunia. Di zona ini, Anda bisa melihat koleksi transportasi pabrikan Jepang mulai dari Honda, Suzuki, Kawasaki dan masih banyak lagi.

Zona Uni Eropa
Eropa sebagai benua yang dipenuhi dengan negara-negara maju ini juga mampu bersaing di teknologi transportasi dunia. Zona Eropa sendiri dibagi menjadi beberapa area yaitu Inggris, Jerman, Italia dan Perancis. Keempat negara ini dianggap cukup mampu mewakili negara-negara maju di benua ini.

Di area Inggris, tak hanya melihat koleksi mobil produksi Inggris dan juga mobil kuno yang digunakan oleh Ratu Elizabeth II, Anda juga bisa bermain di taman bunga yang berada di depan replika Buckingham Palace. Selain itu, Anda juga bisa berfoto bersama patung Sang Ratu yang sedang duduk di singgasananya.

Jerman, Italia dan Perancis pun tak kalah menarik. Di sini Anda bisa melihat koleksi mobil dari berbagai merek andalan ketiga negara ini lengkap dengan landmark khasnya masing-masing seperti Menara Eifel, Menara Pisa dan Tembok Berlin.

Zona Hollywood
Zona Hollywood menjadi salah satu zona favorit di tempat wisata ini. Di sini, Anda bisa melihat berbagai transportasi yang ada di film-film Hollywood seperti Batmobile dan mobil Scooby Doo. Satu lagi yang menarik perhatian adalah patung Hulk. Raksasa berwarna hijau ini terbuat dari onderdil mobil dan motor bekas. Patung ini digambarkan sedang menginjak sebuah mobil sampai hancur dengan sebelah kakinya.

Satu lagi yang tak ketinggalan adalah bukit Hollywood yang tersohor itu. Wisatawan banyak mengabadikan gambarnya di sini, lho.

Zona Gangster & Broadway
Zona ini pun tak kalah populer di tempat wisata di Malang ini. Anda akan diajak masuk ke dalam dunia gangster dan broadway yang hits di tahun 1970an. Suasana di Zona ini diatur sedemikian rupa sehingga Anda seperti berada di kota yang sama dengan Al Capone, seorang gangster ternama di zamannya.

Apa lagi yang menarik dari Museum Angkut? Berikut hal-hal di luar transportasi yang tak kalah menarik di Museum Angkut

Museum D’Topeng
Museum D’Topeng merupakan sebuah museum seni yang berada di kawasan Museum Angkut. Museum ini menyimpan lebih dari 2.000 buah koleksi topeng dari seluruh penjuru nusantara mulai dari Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan sampai Papua.

Selain topeng, museum ini juga memamerkan koleksi benda antik lainnya seperti keramik, wayang dan Al Quran kuno yang terbuat dari kulit binatang.

Pasar Apung
Setelah puas menjelajah Museum Angkut, kini saatnya mengisi perut. Untuk menuju ke Pasar Apung, Anda akan melewati replika gerbong kereta api yang bergoyang layaknya sedang berjalan dengan pemandangan buatan di kaca gerbong.

Disebut Pasar Apung karena memang suasana di sini mirip dengan pasar yang ada di Kalimantan, yaitu proses jual-beli yang dilakukan di atas perahu yang mengapung. Pasar Apung menyajikan aneka kuliner khas nusantara mulai dari gudeg, nasi timbel, gado-gado, bakso, rujak cingur sampai pempek.

museum angkut ini buka setiap hari pada jam 12:00 - 20:00

Air Terjun Madakaripura

Satu lagi destinasi wisata yang patut di kunjungi apabila anda berpergian ke Probolinggo. Air terjun Madakaripura, Air terjun ini terletak tepatnya di Kecamatan Lumbang, Probolinggo dan masih masuk kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Air terjun ini adalah salah satu air terjun di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Air terjun ini berada di antara tebing-tebing hijau yang menjulang tinggi yang seakan-akan membentuk tirai di seluruh bidang tebingnya, dan membuat pemandangan yang sangat eksotis

Apabila anda berkunjung ke Probolinggo atau ke Gunung Bromo tidak mengunjungi Air Terjun Madakaripura sangatlah rugi, karena Air terjun ini sangatlah dekat dengan pusat Kota Probolinggo dan satu jalur apabila anda berkunjung ke Gunung Bromo melewati Tongas – Probolinggo. Jadi apabila anda berkunjung ke Probolinggo singgahlah ke destinasi wisata yang satu ini untuk menikmati suasana pegunungan dan air terjun di dalamnya. di tengah perjalanan mengunjungi wisata ini anda akan disuguhi pemandangan pohon-pohon besar, dan juga udara yang segar serta sungai sungai kecil yang menghiasi pemandangan di sekitar Air Terjun Madakaripura ini.

Air Terjun Madakaripura juga merupakan air terjun abadi, karena air terjun ini memiliki aliran air yang tidak pernah berhenti, bahkan pada musim kemarau sekalipun. dan apabila anda berkunjung kesini , disarankan untuk membawa jas hujan atau baju ganti, karena bisa dipastikan baju Anda akan basah oleh percikan dan guyuran air di tempat ini. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 200 meter. dan merupakan air terjun tertinggi di Pulau Jawa dan tertinggi kedua di Indonesia. Beberapa Fasilitas juga tersedia di kawasan wisata ini seperti masjid, kamar mandi umum, warung makan serta penyedia jasa penyewaan payung juga tersedia. dan apabila anda berkeinginan menggunakan jasa pemandu, anda bisa mendapatkannya dengan mengeluarkan biaya sekitar Rp 50.000 untuk sekali jalan.

Menurut Legenda Jawa Kuno, yang ditulis dalam Kitab Negarakertagama, Madakaripura dahulunya adalah sebidang tanah yang dihadiahkan oleh Raja Majapahit ( Hayam Wuruk ) kepada Patih Gajih Mada. dan di tempat ini juga konon patih Gajah Mada menghilang secara fisik dan spiritual atau moksa dari muka bumi. Untuk itu dikawasan wisata ini juga terdapat patung Patih Gajah Mada. menurut penduduk sekitar yang beragama hindu, Air terjun ini juga masih dianggap sebagai Air Suci atau Tirta Sewana. dan biasanya para penduduk tengger menggunakan air terjun ini untuk prosesi upacara Mendhak Tirta yang dilakukan setiap tahun.

Rute untuk menuju ke tempat ini sangatlah mudah, apabila anda berangkat dari Surabaya anda bisa terus melakukan perjalanan ke Sidoarjo kemudia dari Sidoarjo ke Porong, dan melanjutkanya menuju Kabupaten Pasuruan, dari kabupaten Probolinggo anda lanjut menuju ke Kabupaten Probolinggo tepatnya ke pertigaan Kecamatan Tongas. sesampai di pertigaan Kecamatan Tongas – Probolinggo, Anda akan menemukan papan penunjuk arah ke Air Terjun Madakaripura dan Gunung Bromo, dan Anda ikuti petunjuk itu, dari pertigaan Tongas anda harus menempuh perjalanan kurang lebih sekitar 20-30 menit ke Kecamatan Lumbang, setelah anda mesuk di Kecamtan Lumbang di dekat Pasar Lumbang anda akan menemui pertigaan dan melihat tanda arah lagi untuk menuju ke Air Terjun Madakaripura. Anda bisa mengikuti tanda tersebut dan akan sampai di depan pintu masuk Air Terjun Madakaripura. Kemudian sesampainya di tempat parkir, Anda harus berjalan kaki dengan perkiraan perjalanan satu kilometer melewati jalan setapak serta menyeberangi sungai sebelum akhirnya sampai di lokasi air terjun. medan di tempat ini boleh diblang agak berat dan sering terjadi bencana tanah longsor, untuk itu disarankan untuk menggunakan Pemandu demi keselamatan perjalanan anda.

Biaya tiket masuk ke kawasan wisata ini boleh dibilang cukup murah anda hanya dikenakan biaya Rp. 5000 rupiah untuk satu orang pengunjung, jadi sangat terjangkau sekali bukan ?. biaya tersebut diluar biaya parkir kendaraan Anda.

Sebaiknya kamu tidak pergi ke kawasan ini ketika musim hujan, karena masih termasuk ke dalam kawasan daerah yang rawan longsor. Gunakan sandal jepit karena kawasan ini cukup licin.

Air Terjun Dua Warna, Sibolangit

Air Terjun Dua Warna terletak lebih kurang 80 km dari kota medan, tepatnya ditengah hutan Sibolangit pada ketinggian 1475 M Dpl, yang memiliki ketinggian sekitar 75 meter. Secara geografis air terjun dua warna ini terletak di Desa Durin Sirugun, Kecamatan Sibolangit. Air terjun ini berlokasi di kaki gunung Sinabung, untuk mencapainya, benar-benar penuh perjuangan. Perjalanan kaki +/- 3 jam melalui hutan, mendaki, sesekali menurun, teramat curam, sehingga membutuhkan tali untuk rafling.

Air terjun telaga dua warna atau telaga biru kemungkinan disebabkan air yang terjun dari ketinggian sekitar 100 meter dari permukaan tanah awalnya berwarna putih namun setelah jatuh ke telaga berubah menjadi biru. Sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab mengapa air terjun itu berubah menjadi biru. Sedangkan orang yang dianggap pertama sekali menemukan keajaibannya itu juga sampai sekarang belum diketahui. Namun air terjun ini sejak dulu sudah sering dikunjungi oleh pelajar dan mahasiswa pencinta alam yang camping di sekitar Bumi Perkemahan Sibolangit.

Ada beberapa jalur yang dapat ditempuh mencapai air terjun ini. Pengunjung sering menggunakan jalur dari Bumi Perkemahan Sibolangit di Desa Bandar Baru. Jika melalui bumper, pengunjung sementara dapat menggunakan kendaraan bermotor dengan menempuh jarak lebih kurang 2 Km. Namun sesampainya di posko, kita hanya bisa berjalan kaki. Kalau belum pernah berkunjung ke Telaga Biru tersebut, kita dapat memakai jasa pemandu sebagai penunjuk jalan yang berada di posko (Warung Bang Nuel). Dengan menempuh medan yang naik turun dan berada di tengah hutan, kita harus ekstra hati-hati apalagi banyak jurang di kanan kiri. Awal memasuki hutan kita akan melewati sebuah Dam tua bekas peninggalan Belanda yang dialiri sungai kecil. Kemudian kita akan menempuh jalan mendaki. Dan dengan menempuh waktu sekitar lebih kurang 3 jam kita akan sampai di lokasi Air terjun tersebut. Sesampainya di lokasi kita akan melihat ada 3 buah air terjun, satu di antaranya merupakan air terjun Telaga Biru. Kita dapat berenang dan mandi di Telaga Biru tepat di bawah air terjun itu.

Jangan menyerah meski rutenya agak sulit karena sesampai di sana, birunya warna air terjun dan suara aliran air sungai akan langsung menghilangkan rasa penat setelah menempuh perjalanan panjang. Memang, rute terjal dan menantang menuju ke lokasi air terjun dua warna itu sangat cocok bagi pecinta alam yang suka akan petualangan. Dan tak heran jika sesampainya di lokasi ditemukan juga prasasti seorang pecinta alam. Disarankan bagi pengunjung yang ingin menginap, hanya bisa dilakukan apabila membawa perlengkapan camping. Pasalnya, objek wisata yang satu ini belum sedikitpun tersentuh dengan fasilitas. Belum adanya fasilitas ini juga merupakan daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ada sehingga bisa menikmati lebih dalam air terjun dua warna yang menyimpan eksotisme natural.

Lawar Barak Makanan Khas Bali


Lawar Barak adalah makanan tradisional Bali berupa campuran sayur-sayuran dan daging cincang yang dibumbui. Makanan ini digunakan sebagai sajian dan hidangan, serta telah dijual secara luas di rumah-rumah makan dengan merek lawar Bali.

Lawar adalah salah satu jenis lauk pauk yang dibuat dari daging yang dicincang, sayuran, sejumlah bumbu-bumbu dan kelapa dan kadang-kadang di beberapa jenis lawar diberikan unsur yang dapat menambah rasa dari lawar itu ialah darah dari daging itu sendiri.

Darah tersebut dicampurkan dengan bumbu-bumbu tertentu sehingga menambah lezat lawar tersebut. Lawar sendiri tidak dapat bertahan lama makanan ini jika didiamkan di udara terbuka hanya bertahan setengah hari.

Penamaannya bervariasi, biasanya berdasarkan jenis daging yang digunakan atau jenis sayurannya. Bila yang digunakan daging babi maka lawar yang dihasilkan disebut lawar babi. Demikian juga bila yang digunakan sayur nangka, maka lawarnya diberi nama lawar nangka.

Ada juga pemberian namanya berdasarkan warna lawarnya yaitu lawar merah bila warna lawarnya merah, lawar putih bila warna lawarnya putih dan ada lawar yang bernama lawar padamare, yaitu sejenis lawar yang dibuat dari campuran beberapa jenis lawar. Lawar disajikan sebagai teman nasi bersama jenis lauk-pauk lainnya.

Desa Penglipuran Bali

Bali memang mengagumkan. Selalu ada hal yang patut untuk diceritakan tentang Bali. Senantiasa ada adat dan budaya Bali yang layak untuk diangkat dan sayang untuk dilewatkan. Salah satunya adalah Desa Penglipuran. .

Desa Penglipuran merupakan salah satu desa di Bali yang sampai saat ini masih memegang teguh budayanya. Jika kita ingin melihat kawasan permukiman adat yang tertata dengan rapi dan sangat konseptual, Penglipuran lah tempatnya. Jika ingin mengenal konsep permukiman yang sangat kental dengan kearifan lokal, Penglipuran lah salah satu yang layak dituju. Tidak heran jika desa ini sering dijadikan lokasi tujuan bagi para mahasiswa arsitektur atau perencanaan perkotaan sebagai salah satu objek kunjungan studinya. Tentunya selain sebagai obyek wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara.

Desa Penglipuran masuk dalam wilayah administrasi Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli. Letaknya di jalan utama Kintamani – Bangli. Kata “Penglipuran” berasal dari kata “Pengeling Pura”. Artinya, tempat suci untuk mengenang para leluhur. Jaraknya sekitar 45 km dari Kota Denpasar. Desa Penglipuran memiliki luas sekitar 112 Ha., yang terdiri dari tegalan, hutan bambu, permukiman, dan beragam fasilitas umum seperti pura, sekolah, dan fasilitas umum lainnya. Berada di perbukitan dengan ketinggian berkisar 700 m dpl, menjadikan Panglipuran sebagai kawasan yang cukup sejuk.

Memasuki kawasan Desa Penglipuran, kita sudah dihadapkan pada konsep permukiman yang ramah lingkungan. Dengan tegas kawasan Penglipuran tidak memperkenankan mobil maupun kendaraan bermotor lainnya memasuki kawasan. Seluruh kendaraan bermotor hanya dapat mencapai pelataran parkir yang disediakan di depan kawasan.

Karena telah ditetapkan sebagai desa wisata, untuk memasuki Desa Penglipuran, harus membayar tiket masuk. Tapi tidak perlu khawatir, tidak terlalu mahal. Wajar saja. Sangat wajar jika dibandingkan dengan kekaguman akan keasrian permukiman yang tertata apik dan terpelihara dengan baik yang bisa kita nikmati

Desa Wisata Penglipuran terlihat begitu asri. Keasrian kawasan telah menerpa pengunjung saat pertama kaki melangkah memasuki kawasan. Selain asri, juga sangat bersih. Sangat sulit untuk menemukan sampah yang tercecer di sana, apalagi onggokan sampah. Tidak ada sama sekali. Di beberapa sudut disediakan tempat sampah dengan desain yang cukup unik. Kerimbunan pepohonan di sepanjang jalan utama yang membelah desa juga menambah suasana asri. Di sekitar pintu gerbang masuk desa terdapat area yang dinamakan catus pata yang merupakan area yang terdiri dari balai desa, fasilitas masyarakat, dan ruang terbuka hijau berupa taman nan asri. Semuanya tertata dengan apik. Perpaduan tatanan struktur ruang desa tradisional dan konsep wisata desa yang cukup menjual.

Penataan fisik bangunan dan pola penataan kawasan di Desa Wisata Penglipuran sangat kental dengan budaya Bali yang tetap dipegang teguh oleh masyarakatnya. Budaya yang berlaku turun temurun. Nuansa tradisional Bali sangat terasa. Terdapat jalan utama yang membelah desa dengan deretan gerbang/pintu masuk menuju rumah-rumah. Pintu masuk ke tiap rumah didesain dengan bentuk yang sama, biasa disebut angko-angko. Pintu sengaja dibuat tidak terlalu lebar dengan maksud agar tidak dapat dilalui oleh motor. Tiap gerbang ditempeli tulisan keterangan tentang nama pemilik rumah dan anggota keluarga.

Jalan utama terus menanjak, disertai undakan-undakan dan di ujungnya terdapat pura. Jalan-jalan di lingkungan perumahan terbuat dari batu alam yang dihiasi rumput di sepanjang kanan dan kiri jalan. Deretan pohon kemboja tidak ketinggalan memunculkan nuansa khas Bali.

Selain suasananya yang asri dan sangat mengagumkan, penduduk desa juga sangat ramah terhadap setiap tamu yang datang. Sempat memasuki beberapa rumah yang ada, mereka menyapa dengan ramah, “Silakan masuk Bu, lihat-lihat di dalam”. Mereka dengan ramah berusaha menjelaskan tentang Desa Wisata Penglipuran. Di dalam rumah yang dikunjungi ternyata kita dapat menemukan beberapa pengrajin yang sedang membuat beragam kerajinan khas Bali. Belum sempat bertanya, mereka sudah menjelaskan, “Kami hanya diperbolehkan untuk berjualan di dalam area rumah masing-masing, tidak diperbolehkan jualan di sepanjang jalan utama”. Ternyata konsep itu pula yang membuat kawasan tertata dengan apik.

Desain rumah dibuat hampir sama, yaitu menggunakan konsep rumah tradisional khas Bali atau rumah adat Bali. Tiap rumah memiliki bagian-bagian rumah yang dibangun terpisah. Terdiri dari beberapa bangunan yang berdiri sendiri, walau letaknya tidak berjauhan. Masing-masing rumah terdiri dari bangunan rumah utama, bale-bale, dapur, jineng untuk lumbung padi, dan tempat suci untuk pemujaan. Terdapat pula konsep/pakem yang harus ditaati. Misal tentang arah dan lokasi dari masing-masing bangunan. Sangat menarik. Istimewanya, setiap rumah dipastikan terdapat tempat pemujaan berupa pura mini.

Di ujung jalan utama terlihat pura yang merupakan landmark kawasan. Sebuah pura yang menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat Desa Penglipuran. Seperti desa adat lainnya, banyak ritual keagamaan yang terselenggara di sana. Ada pula ritual yang dilakukan setiap hari.

Jaman terus berubah, namun adat dan budaya Bali masih tetap terpelihara. Kearifan lokal di Desa Wisata Penglipuran masih terasa kental. Sungguh mengagumkan. Tertarik untuk berkunjung ke sana?

Pantai Blue Lagoon


Tidak sulit mencapai pantai Blue Lagoon ini, karena pantai berada di kawasan pelabuhan padang bai bali. Sebuah pantai yang sangat memukau, betapa tidak ? gradasi warna hijau ke biru dan air pantai yang sangat jernih.

Dari denpasar atau kuta menuju blue lagoon beach bisa kamu tempuh dalam waktu 1,5 jam, arahkan kendaraan kamu menuju arah karangasem atau padang bai. Sudah ada jalan by pass menuju kesana, mulus dan cenderung sepi kendaraan, tapi tetap hati-hati dijalan ya.. sesampainya di area padang bai, kamu bayar dulu parkir Rp. 5.000,- setelah itu kamu masuk kawasan padang bai beach yang ramai turis mancanegara karena disini terkenal dengan spot diving dan snorkling. Disini juga terdapat tempat belajar diving kalau kamu mau belajar diving.

Pantai ini tidak terlalu luas dan cenderung sepi tapi merupakan pantai favorite para wisatawan asing. Bagi kamu yang hobby underwater, disini lah akamumenemukan surga kecil untuk melampiaskan hobby kamu. kamu bisa snorkling maupun diving, banyak terdapat persewaan peralatan snorkling dan harganya pun cukup murah. Dalam lautnya yang lumayan tenang dan airnya yang jernih, di Blue Lagoon snorkeling bisa dilakukan dengan nyaman.

Di sini kita bisa temui murray, morish idol, ikan sapi-sapi, dan kadang kura-kura bahkan hiu karang (reef shark).

Saat berombak, jarak pandang hanya 1-3 meter. Disarankan untuk snorkeling di tempat ini saat ombak sedang reda untuk menghindari arus yang lumayan kuat mengingat lokasinya yang berada selat Badung.

Bagi kamu yang tidak suka underwater, jangan khawatir kamu bisa sekedar bermain air di pantai ini dan dijamin v pasti suka karena kondisi air pantai ini sangat bersih dan jernih tentu nya. atau kamu juga bisa sekedar nongkrong di cafe yang ada disini sambil menikmati biru nya blue lagoon beach, menyenangkan bukan...?

Sekedar sun bathing sambil tidur atau sambil baca buku juga tidak dilarang di tempat ini.

Dari arah denpasar/kuta kamu harus ke arah pelabuhan padangbai. dari padang bai beach kamu terus saja sampai di pertigaan dan kemudian kamu belok ke kiri, tapi hati-hati karena jalan menuju blue lagoon beach sedikit menanjak dan berbelok serta jalan nya kecil. parkir kendaraan nada dan untuk menuju pantai kamu harus turun melewati anak tangga dan mata kamu akan terpesona oleh biru nya blue lagoon beach...

so.. tunggu apalagi, let's go to blue lagoon beach

Taman Kupu - Kupu Tabanan


Jika di daerah Bogor ada Taman Buah, di Bali kupu-kupu juga ada tamannya. Benar sekali, di Desa Wanasari Anda bisa menemukan Taman Kupu Kupu yang unik karena didalamnya terdapat ratusan bahkan ribuan jenis kupu-kupu. Taman Kupu-kupu ini berlokasi di Jl.Batukaru, Br.Sandan lebah, Wanasari, Tabanan. Tepatnya 6 Km ke arah utara dari pusat kota. Kupu-kupu yang merupakan salah satu persembahan kekayaan alam di negeri ini kini dihimpun di sebuah taman yang disebut dengan Taman Kupu Kupu. Unik dan menarik, bukan?

Dari taman ini setiap harinya dilepaskan ratusan ekor kupu kupu yang beraneka warna, dimana salah satunya yang terkenal adalah Kupu Kupu Sayap Burung Sorga (Omithoptera Paradisea). Taman Kupu Kupu yang merupakan satu-satunya di Indonesia ini berupaya untuk mengembangbiakkan sekaligus menangkar aneka kupu-kupu untuk keperluan pengetahuan ilmiah maupun sebagai studi pendidikan di masa yang akan datang.

Taman ini juga memproduksi aneka macam kerajinan yang terbuat dari berbagai macam serangga, sebagai misal: framing butterfly yang merupakan bingkai isi kupu-kupu, framing beetle yang merupakan bingkai berisi kumbang, gantungan kunci yang terbuat dari serangga, paper weight atau penindih kertas yang terbuat dari fiber bening berisi kupu-kupu, selipan pembatas buku, lukisan dari sayap kupu-kupu, serta masih banyak lagi.

Taman Kupu-Kupu ini merupakan yang terbesar di Asia. Lokasinya memang tak terlalu mencolok, dimana berada di areal seluas 1/3 hektar saja. Namun di tempat ini berbagai jenis kupu-kupu dari yang umumnya ditemukan manusia sampai yang langka semuanya lengkap ada disini. Pengunjung yang datang ke lokasi Taman Kupu-Kupu ini bisa melihat kupu-kupu yang sedang menghisap bunga. Kejadian tersebut bisa dinikmati jika Anda berkunjung pagi-pagi sekitar jam 10.

Di tempat ini juga terdapat berbagai koleksi kalajengking dan kumbang. Dan bagi Anda yang ingin membawa koleksi berupa kupu-kupu yang telah dikeringkan dan dikemas dalam bingkai kaca, Anda dapat memperolehnya di kantor pengelola dengan harga mulai dari Rp. 50.000. Untuk dapat memasuki kawasan wisata ini, wisatawan domestik dikenai biaya sebesar Rp. 15.000 per orang. Sementara wisatawan asing dikenai tiket masuk sebesar Rp. 50.000 per orang, taman di buka setiap hari dari Jam 8.00 s/d Jam 17.00 wita dan tiket terakhir jam 16.00 wita.

Seawalker di Pantai Sanur


Keindahan pulau dewata bukan hanya terletak pada pantai pantainya melainkan alam bawah lautnya yang tidak kalah indahnya dengan pantai pantai yang ada.Dengan keindahan bawah lautnya maka banyak wisatawan yang ingin menikmati keindahan bawah lautnya. Karena itu setiap tahun ribuan wisatawan asing datang ke Bali hanya untuk menyelam, menikmati keindahan surga bawah laut yang tersebar di hampir seluruh perarian Bali, dari Pemuteran di pesisir utara, Tulamben di pantai timur, sampai kawasan Nusa Lembongan di selatan.

Sayangnya menyelam bukanlah aktivitas yang dapat dinikmati semua orang. Selain biayanya yang relatif mahal, sebelum kita bisa menyelam untuk pertamakalinya, kita harus menghabiskan setidaknya beberapa hari untuk mengikuti kursus. Belum lagi kenyataan bahwa banyak diantara kita orang Indonesia yang tidak pandai berenang meskipun konon kabarnya nenek moyang kita seorang pelaut.

Salah satu pilihan yang bisa kamu lakukan untuk bisa menikmati keindahan terumbu karang dan ikan-ikannya yang berwarna-warni adalah dengan snorkeling. Kita yang tidak pandai berenangpun bisa mengikuti aktivitas snorkeling ini dengan menggunakan pelampung. Sayangnya tidak seperti menyelam, dengan snorkeling kita hanya bisa menikmati keindahan itu dari permukaan air saja. Hanya jika perariannya memang benar-benar dangkal saja kita bisa menyentuh.

Dengan seawalker kamu bisa berjalan-jalan di dasar laut seperti layaknya kamu berjalan-jalan di daratan. Tanpa perlu bisa berenang apalagi mengikuti kursus menyelam, kamu bisa menikmati keindahan terumbu karang dan bercengkrama dengan ikan-ikan yang berwarna warni di dasar lautan. Supaya kamu bisa bernafas dengan leluasa di dasar laut, kamu akan mendapat sebuah helm khusus yang dihubungkan dengan selang untuk menyalurkan oksigen ke dalam helm.

Salah satu tempat dimana kamu dapat mengikuti aktivitas ini adalah di kawasan pantai Sanur, Bali. Dari pantai kamu akan dibawa dengan menggunakan perahu ke sebuah pangkalan terapung di tengah laut, sekitar 3 menit dari bibir pantai. Setelah mendapatkan briefing secukupnya, pemandu kamu akan memakaikan helm khusus agar kamu bisa bernafas dengan leluasa di dalam air. Kemudian kamu akan menuruni tangga ke dasar laut dimana kamu dapat berjalan-jalan menikmati keindahan terumbu karang seperti layaknya menikmati keindahan bunga di taman.Selama aktivitas berlangsung kamu akan didampingi pemandu yang berpengalaman.

Jadi untuk para wisatawan yang datang ke Bali untuk menikmati wisata di bali dan ingin melihat keindahan bawah launya tidak ada salahnya kamu menikmati liburan di sanur dengan melakukan aktifitas seawelker.

Gunung Agung, Menara Tertinggi Pulau Dewata

Bali begitu banyak menyimpan tujuan wisata, baik wisata pantai maupun wisata alam dataran tinggi. Mendaki gunung tertinggi di pulau Bali, yaitu Gunung Agung menjadi wisata yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Lubang kawah berdiameter sekitar 500 meter menjadi salah satu daya tarik Gunung Agung. Keindahan alam inilah yang menarik siapapun untuk mendaki puncak Gunung Agung.
Puncak Gunung Agung,Puncak Gunung Agung,Puncak Gunung Agung

Bagi masyarakat Hindu Bali, Gunung Agung merupakan gunung yang disucikan. Menurut kepercayaan mereka, di Gunung Agung terdapat istana Dewata, dan dewa-dewa tinggal di gunung ini.

Untuk mencapai ke puncak ada beberapa jalur pendakian yang umum digunakan. Pertama, dari sisi selatan melalui Pura Pasar Agung, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Kedua, dari sisi tenggara melalui Budakeling lewat Nangka. Jalur ketiga, yaitu melalui sisi barat daya lewat Pura Besakih. Jalur ketiga inilah yang paling populer di kalangan para pendaki. Karena untuk menggapai puncak tertingginya hanya bisa dilalui melalui komplek pura terbesar ini di Bali.

Apabila mendaki Gunung Agung melalui jalur Pura Besakih di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, pendaki akan disuguhkan panorama alam Bali yang sangat indah. Hijaunya persawahan serta beberapa Pura berukuran besar dan kecil menjadi pemandangan yang eksotis.

Sebelum mendaki, pendaki harus melapor ke petugas, kemudian pendaki akan ditemani oleh seorang pemandu perjalanan. Sebagai informasi, semenjak kecelakaan terakhir yang menewaskan 3 orang pendaki tahun 2008 silam, maka sejak tahun 2009 setiap kegiatan pendakian gunung agung diwajibkan menggunakan pemandu lokal. Dengan biaya Rp. 350.000,- untuk satu orang pemandu lokal. Hal tersebut berdasarkan kesepakatan masyarakat adat setempat demi meminimalisasi kejadian serupa serta menjaga kesucian Gunung Agung. Jika ada musibah seperti orang hilang atau tewas, biasanya akan diadakan ritual untuk menyucikan kembali Gunung Agung dengan biaya cukup besar.

Pendaki dialihkan melalui jalur Dusun Junggul, yang diresmikan 26 Desember 2010. Jalur ini tidak akan melewati pura, sebagaimana jalur Besakih yang lama. Dusun Junggul berada di sekitar sisi kanan atas komplek Pura Besakih dengan ketinggian sekitar 1200 meter. Jalur baru ini lebih cepat dari jalur pendakian lama. Persediaan air mestilah disiapkan sebelum memulai mendaki, karena sepanjang jalur daki tidak ditemukan sumber air.

Sekitar setengah jam pertama jalur pendakian masih sedikit landai dengan vegetasi semak dan hutan. Berikutnya jalur pendakian semakin menanjak melalui punggungan dengan jurang di sisi kiri dan kanannya. Pada jalur terjal, kemiringan rata-rata lebih dari 55 derajat. Walaupun begitu, jalur ini sungguh menarik dan penuh tantangan. Hutannya masih cukup terjaga dengan baik dan layak dijadikan jalur alternatif utama pendakian gunung Agung malalui Besakih. Pada jalur ini banyak ditemui hewan kecil seperti pacet.

Sekitar 3 jam, pada ketinggian 1935 mdpl, pendaki akan sampai pada dataran pertama yang bisa dijadikan area untuk mendirikan tenda. Area ini tidak terlalu luas namun cukup menampung 1 atau 2 tenda ukuran 2-3 orang.

Selanjutnya, medan pendakian semakin bertambah terjal. Mendekati batas vegetasi jalur pendakian dengan kemiringan hampir mencapai 70 derajat. Jalur yang berbatu serta sedikit berlumut menuntut kehati-hatian pendaki.

Di lokasi yang berada pada ketinggian sekitar 2.680 meter ini memang tidak luas dan sedikti sulit mencari tempat untuk mendirikan tenda. Namun ada satu atau dua tempat yang cukup untuk menampung 1 tenda berukuran 2-4 orang. Tempat ini sendiri sudah berada di atas Kori Agung atau Boike apabila melalui jalur lama.

Di pagi hari, di tempat ini, terlihat panorama yang begitu indah. Dari ketinggian, nampak gunung Batur dengan danaunya serta Gunung Abang berbalut sedikit awan. Di sisi lain terlihat hijaunya lembah-lembah serta laut dengan batas pantainya. Jauh di bawah nampak desa-desa yang berada di sekitar kaki gunung Agung.

Jalur pendakian selanjutnya hanyalah berupa punggungan tipis dengan jurang di kiri dan kanannya. Di kejauhan terlihat puncak tertingginya. Pendaki harus berjalanan di atas punggungan tipis menuju puncak gunung Agung dituntut kehati-hatian yang tinggi. Selama pendakian kita harus bisa memperhatikan cuaca dan angin yang terkadang bertiup cukup kencang. Juga kabut yang datang silih berganti.

Tidak sampai setengah jam dari camp semula pendaki akan tiba di puncak kedua. Dari sini puncak tertinggi menara suci di Bali tampak terlihat jelas. Jalur pendakian nampak terlihat tipis dengan jurang di sisi kiri dan kanannya. Medan pendakian tersebut terlihat mengagumkan dan meningkatkan adrenalin bagi siapa saja yang melihatnya. Di kejauhan terlihat sebuah longsongan di sisi kanan jalur yang terlihat masih baru.

Puncak Gunung Agung hanya berukuran sekitar 2 x 1 meter. Nampak di depan kami kawah Gunung Agung dengan dinding kawahnya yang berwarna kekuningan. Dinding kawah terlihat berwarna kuning keemasan.

Pada tahun 1963 gunung ini mengalami letusan yang dahsyat. Asap letusan bahkan membumbung tinggi hingga mencapai lebih dari 10.000 meter di atas puncak. Menelan hingga 1000 lebih korban jiwa. Besarnya dampak letusan hingga membuat kehidupan normal di Bali baru kembali diawal tahun 1970.

Gunung Agung kini mempunyai tinggi ± 3.044 meter. Letusan dahsyat tahun 1963 telah mengurangi tinggi gunung ini yang semula 3.142 meter.

Untuk menuju Gunung Agung melalui Pura Besakih, pendaki dapat memulai perjalanan dari kota Denpasar dengan jarak tempuh sekitar 25 km atau pendaki dapat menempuh perjalanan dari kota Semarapura (Kab. Klungkung) ke Pura Besakih menggunakan angkutan umum bemo dengan biaya sekitar Rp. 5000,- (data April 2008).

Istana Air Taman Ujung Soekasada

Daerah Kuta, Bali semua turis di dunia sudah tahu. Tapi, sedikit yang tahu tentang keindahan istana air bernama Taman Ujung Soekasada di Karangasem. Kecantikan arsitekturnya sungguh luar biasa!

Waktunya kita masuk dan kembali ke awal abad 20. Tepatnya tahun 1919, Taman Ujung Soekasada ini dibangun. Ini taman air kerajaan atau biasa disebut The Water Palace. Arsitektur bangunannya yang merupakan perpaduan antara Bali dan Eropa ini, dahulu merupakan tempat peristirahatan Raja Karangasem. Sekaligus juga tempat menjamu dan menyambut tamu-tamu penting seperti raja-raja.

Nuansa arsitektur bangunan dan taman airnya, benar-benar seperti mantra yang memaksa bibir kita memujinya. Tapi sayang tahun 1963 dulu, The Water Palace ini sempat diporak-porandakan oleh letusan Gunung Agung, gunung terbesar di Pulau Seribu Pura ini. Tidak sampai situ saja, gempa yang terjadi pada tahun 1976 itu hanya menyisakan puing-puing bangunannya saja. Tapi, kesan megahnya masih tetap ada.

Tahun 2001-2003 adalah tahun dimana pemerintah Karangasem membangunnya kembali untuk mengembalikannnya kepada bentuk semula, agar warisan budaya ini tetap lestari. Hal ini bisa saya buktikan, karena beberapa waktu yang lalu saya pergi kesana.

Lokasinya itu dekat sekali, bahkan dekat banget, hanya sekitar 10 menit saja dari Kota Amlapura. Nah pertanyaannya kalau dari Denpasar? Lumayan sih, sekitar 60-80 KM. Mungkin sekitar 2 jam dari Denpasar. Iya memang jauh, namanya juga di ujung timur Bali. Tapi bukan traveler sejati, kalau tempat semenarik dan seindah ini tidak kalian kunjungi. Pengunjung juga bisa berkunjung ke tempat-tempat yang tidak kalah luar biasa di Kabupaten Karangasem ini. Ada White Beach atau dikenal juga dengan Pantai Virgin.

Waktu itu saya dari Denpasar lewat By pass Ida Bagus Mantra, terus sampai ujung di Desa Kusamba, lalu terus sampai Amlapura. Dengan membayar karcis Rp 5.000 per orang saja saat itu, kemudian mulai masuk ke sebuah jembatan yang sempit tapi berkesan luas, karena dari sini sudah terasa pesona arsitekturnya.

Tapi tunggu dulu kalau kalian bawa kamera DSLR, ada karcis sendiri lho. Pengunjung dikenakan biaya tambahan Rp 50.000 untuk DSLR. Tapi, tenang untuk kamera HP dan pocket, itu free. Mungkin karena tempat ini sering sekali buat pre-wed. Nah ini dia, kalau kalian yang lagi cari lokasi-lokasi buat pre-wed, bisa dicoba. Buat pernikahan kalian seolah-olah berada di awal abad 20. Luar biasa.

Memang tidak heran, di dalam banyak sekali tempat yang menarik perhatian saya. Apalagi bagi yang suka dunia fotografi. Jadi, tunggu apalagi? Masukkan tempat ini ke jadwal berkunjung di buku travelingmu. Siap-siap untuk masuk kembali ke awal abad 20.

Pantai Pandawa


Pantai Pandawa adalah sebuah pantai yang berada di ujung Desa Kutuh, pantai ini tadinya dikenal sebagai Pantai Kutuh. Meskipun pantai ini sangat indah, pengunjungnya sangat jarang. Berada di kaki tebing karang yang menjulang tinggi, untuk mencapai pantai ini diperlukan perjuangan berat menuruni dan menaiki tangga yang sangat tinggi untuk mencapai pantai dan kembali ke atas. Untuk mencapai bibir tebing, memang ada jalan, tetapi hanya jalan yang terbuat dari batu putih, sempit dan berdebu. Pada saat pemerintah kemudian mengiris tebing karang dan membangun jalan lebar beraspal mulus langsung ke tepi pantai, popularitas Pantai Pandawa melejit bahkan mengalahkan pantai-pantai lain yang sudah lebih dahulu terkenal, sebut saja Sanur, Jimbaran, atau Nusadua.

Berada di sisi selatan semenanjung selatan Bali, akses menuju Pantai Pandawa juga melalui jalur menuju Pura Uluwatu. Di perempatan setelah GWK, ambil arah ke kanan menuju Ungasan. Ikuti jalan ini sampai anda melihat persimpangan besar ke kiri jalan membelah tebing karang. Masuk ke jalan yang cukup lebar dengan 4 lajur. Selang beberapa menit anda akan melihat persimpangan ke arah kanan dengan penunjuk arah menuju Pantai Pandawa yang cukup jelas. Ikuti jalan ini, dan anda akan sampai ke Pantai Pandawa di ujung jalan.

Melintasi jalan yang diapit tebing menjulang di kiri-kanannya, anda akan memasuki kawasan Pantai Pandawa dari ketinggian dimana anda dapat melayangkan pandangan ke seluruh bentangan pantai di bawahnya. Di sisi tebing dibuat ceruk-ceruk besar dimana patung-patung anggota Keluarga Pandawa dari kisah epos Ramayana ditempatkan, mewakili nama tempat wisata yang baru secara resmi diperkenalkan pemerintah pada akhir tahun 2012 ini. Di depan jejeran patung, jalan bercabang. Lurus ada sebuah bangunan terbuka besar yang ditempati sejumlah pedagang. Pantai di sisi ini relatif sempit, namun demikian para peselancar lebih memilih bagian ini karena lebih dekat ke titik ombak yang cocok untuk berselancar.

Kebanyakan pengunjung berbelok ke arah kanan menuju tempat parkir utama yang sangat luas dimana motor, mobil, dan bis-bis besar diparkir. Dari lapangan parkir anda hanya perlu menyeberangi jembatan kecil untuk mencapai pantai.

Bentangan pantai yang cukup panjang ini landai dan berpasir putih, sementara airnya biru jernih dengan ombak yang tidak terlalu besar. Tidak heran jika pengunjung bisa dengan leluasa berenang dan bermain dengan riak ombak. Tersedia juga sejumlah kano untuk disewa. Untuk bersantai, anda bisa memilih jejeran kedai yang dibangun di sepanjang jalan berpaving yang membentang di sepanjang pantai, atau menyewa payung lengkap dengan dipannya yang dipasang berjejer di sepanjang pantai. Tersedia juga wantilan yang cukup besar dimana tersedia toilet dan tempat penitipan barang.

Pantai Lovina


Pantai Lovina, salah satu objek wisata pantai ini patut anda kunjungi ketika berkunjung di Bali. Kenapa bisa begitu ?! karena dipantai ini anda akan disuguhkan oleh pertunjukan lumba-lumba yang bertempat tinggal dipantai ini. Pantai lovina berlokasi di pesisir Bali Utara, Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali ( sekitar 100 km atau 2 jam jika dari Denpasar / Sanur / Kuta ). Ketika berjalan kewisata pantai lovina anda akan melewati wisata Hutan Lindung Bedugul, Singaraja ( sekitar 10 km dari Singaraja akan sampai ke Lovina ), adapun rute lainnya yaitu dari Bedugul menuju Seririt lalu Lovina. Bisa juga melewati Gilimanuk lalu ke Lovina, tetapi perjalanannya dapat ditempuh kurang lebih sekitar 4 jam.

Ketika berkunjung di lovina, pasir pantai yang hitam masih alami akan menyambut kalian. Yang paling menarik adalah wisata lumba-lumba, karena ombak relatif tenang kalian dapat menggunakan perahu nelayan untuk melihatnya. Dari bibir pantai sekitar 1km untuk menyaksikan lumba-lumba berenang, terkadang juga ada yang melompat. Dan perlu diingat, lumba-lumba menampakkan diri dipantai ini sekitar jam 5 - 8 pagi jadi kita harus bangun lebih awal. Selama kurang lebih 3 jam nelayan akan mengantar kalian menikmati objek wisata lumba-lumba ditempat yang sering bermunculan.

Tak hanya wisata lumba-lumba, dipantai ini juga terdapat wisata menyelam. Keanekaragaman jenis ikan hias ditaman laut lovina dapat anda nikmati ketika menyelam. Para nelayan dapat menyewakan peralatan selam untuk menikmati keindahan dunia bawah laut pantai ini. Bila ingin menginap disini tak usah bingung, banyak terdapat hotel-hotel yang bisa anda kunjungi. Lihat pula tempat wisata di Indonesia lainnya yang tak kalah menarik hanya di Wisata Negeriku.

Danau Teluk Gelam

Angin berembus semilir, menciptakan gelombang-gelombang kecil di permukaan air danau yang bening. Di tengah danau terdapat daratan yang ditumbuhi ribuan pohon gelam (Melaleuka leucadendron) dengan daun-daunnya yang mungil berwarna hijau muda. Danau Teluk Gelam di Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel), suatu pagi di awal Januari 2005, itu masih menawarkan pesona alam yang menawan. Matahari yang kala itu tertutup mendung, membuat udara yang sejuk terasa lebih dingin.

Selain pemandangan alam Danau Teluk Gelam itu juga menawarkan fasilitas olahraga air yang menantang. Di pinggiran danau terdapat dermaga untuk dayung dan ski air, lengkap dengan menara start dan finis, pondok pemandu (align's hut), serta pembuatan tribun untuk penonton.

Tak jauh dari situ berdiri 34 rumah panggung kayu bertipe 45 dan 70, yang bisa digunakan untuk menginap atau beristirahat sementara waktu. Bagi mereka yang ingin bermalam bisa menginap di Hotel Teluk Gelam yang berdiri megah di pinggir danau. Hotel dua lantai dengan arsitektur modern itu terdiri atas dua bangunan, masing-masing memiliki 24 kamar.

Pondok-pondok di belakang hotel bisa jadi tempat untuk makan sambil ngobrol santai atau memancing ikan di danau. Jika bosan duduk-duduk, pengunjung bisa berjalan-jalan mengitari jalan melingkar yang mengelilingi separuh danau. Areal parkir di tempat ini cukup luas, dengan jalan masuk yang beraspal mulus.

Begitulah, Danau Teluk Gelam yang terletak di areal seluas 250 hektar itu merupakan obyek wisata sekaligus sarana olahraga yang memadai. Danau yang terletak di tepi jalan lintas Sumatera, sekitar 92 kilometer tenggara Palembang, ini termasuk salah satu tempat yang dipoles habis-habisan untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI di Sumsel akhir Agustus-September 2004.

Saat itu danau besar ini menjadi ajang perlombaan dayung dan ski air dengan fasilitas bertaraf nasional. Sebenarnya ide pengembangan Danau Teluk Gelam telah digagas sejak tahun 1990-an.

Pembangunan berbagai fasilitas itu mendapat momentum ketika terpilih sebagai salah satu tempat penyelenggaraan cabang dayung dan ski air pada PON XVI. Setidaknya pembangunan danau itu menelan biaya Rp 31,9 miliar dari APBD Kabupaten Ogan Komering Ilir dan APBD Provinsi Sumsel, yang dikucurkan sejak tahun 2001 hingga pertengahan 2004.

Dengan potensi dan fasilitas seperti itu, sesungguhnya Danau Teluk Gelam bisa menjadi alternatif tempat wisata yang menarik di tengah minimnya obyek wisata di Sumsel. Para pengunjung bisa berolahraga air, mandi, berenang, memancing, atau sekadar berkeliling.

Hanya saja, setelah pelaksanaan PON XVI, keindahan dan fasilitas Danau Teluk Gelam seperti dibiarkan kesepian. Minim sekali wisatawan domestik, apalagi asing yang berkunjung. Pada hari libur nasional atau Minggu, puluhan orang berkunjung, dan selebihnya, obyek wisata itu kesepian.

Ketika Kompas bermalam di Hotel Teluk Gelam, suasana sepi begitu terasa. Pada malam itu ternyata tidak ada tamu lain yang menginap di hotel megah tersebut. Gerimis yang terus turun sejak sore hari menyebabkan malam terasa semakin mencekam.

Di hotel hanya ada beberapa petugas keamanan dan pelayan. Di luar, hanya ada satu warung yang buka di kompleks tempat wisata itu. Sementara dari kejauhan, dentuman suara house music, jelas terdengar. Ketika didekati, suara musik ingar-bingar itu berasal dari sebuah warung remang-remang di tepi jaIan lintas timur Sumatera. Di warung juga sepi pengunjung, sedangkan di tempat parkir hanya ada satu mobil patroli polisi dan satu mobil truk.

Nasrudin, Koordinator Pengelola Hotel Teluk Gelam, mengatakan, pengunjung yang menginap di hotelnya pada hari-hari kerja sekitar lima orang per hari atau bahkan kurang dari lima orang. Jumlah pengunjung meningkat menjadi sekitar 14 orang saat libur.

Hotel tersebut memiliki sejumlah jet-ski yang biasa disewakan kepada pengunjung seharga Rp 300.000 per jam, serta speed boat dengan harga sewa Rp 150.000 per jam.

"Setiap hari minggu rata-rata ada 10 orang yang menyewa jet-ski. Saat Lebaran atau hari libur besar, pendapatannya naik hingga Rp 5 juta sehari. Tetapi, hari biasa jarang ada yang menyewa," katanya.

Menurut staf pengelola Hotel Teluk Gelam, Reza Pahlevi, tidak semua pengunjung memanfaatkan fasilitas olahraga atau hotel. Banyak juga mereka yang datang hanya untuk bersantai sambil makan-makan di pondokan atau memancing ikan di danau.

"Banyak pengunjung yang datang untuk memancing. Beberapa waktu lalu, ada yang mendapat ikan belida besar, beratnya lima kilogram," katanya.

Jumlah pengunjung sebenarnya dapat dipacu dengan menyelenggarakan event besar, seperti perlombaan, pertunjukan musik, atau acara lain. Tetapi, setelah pelaksanaan PON XVI, peristiwa seperti itu jarang diadakan. Menurut Mujahid, pelaksana teknis perlengkapan, berbagai fasilitas olahraga pascapelaksanaan PON XVI diarahkan untuk pelatihanski air yang ditangani pembina Pemkab Ogan Komering Ilir.

Dibandingkan dengan danau lain di Sumsel, Danau Teluk Gelam punya beberapa keistimewaan. Salah satunya, letak danau ini cukup strategis sehingga mudah dijangkau masyarakat, yaitu berada di jalan lintas timur (jalintim) Sumatera, tepatnya di ruas antara Palembang-Lampung.

Danau alam yang luas ini tidak pernah mengering, meski pada musim kemarau. Air danau ini juga jernih dan dihuni berbagai jenis ikanlokal yang langka, seperti ikan belida. Selain itu, banyak kalangan yakin, beberapa buaya juga hidup di situ dan sempat dikhawatirkan mengancam keselamatan atlet ski air dan pedayung, saat dilaksanakan PON XVI tahun 2004 lalu.

"Meski sepi dan jauh dari permukiman, sampai kini danau ini aman. Belum ada kejadian yang mengganggu pengunjung," kata Gusman,Koordinator Keamanan Danau Teluk Gelam.

Saturday, 7 March 2015

Gudeg Abimanyu Semarang


Gudeg Abimanyu Semarang adalah salah satu kuliner kota kelahiran saya, dulu namanya Gudeg Mbok Buthak/Mbok Dul, salah satu kuliner kebangaan dan juga favorit saya sekeluarga 3 turunan...dari orangtua saya, saya sendiri dan istri dan juga sampai ke anak-anak juga doyan luar biasa. Kalau kami sekeluarga ke Semarang tidak akan pernah melewatkan untuk makan di situ.....

Gudeg Abimanyu ternyata bersejarah cukup panjang, mungkin sekitar 8 dasawarsa sedikitnya. Mbok Buthak alias Mbok Dul lah yang pertama kali berjualan di pinggir jalan Hasanudin sekarang (dulu apa namanya ya?) di kisaran akhir tahun 1920’an, awal 1930’an.....kenapa dipanggil Mbok Buthak, ya karena memang rambutnya yang botak (konon menurut cerita sang cucu), dan seperti kebanyakan orang Jawa, sang istri dipanggil menurut nama suaminya....Pak Dul memiliki istri Mbok Dul demikian kira-kira.....

Berjualan di pinggir jalan Hasanudin sampai dengan tahun 1950’an membuat gudeg ramuan Mbok Dul menjadi kuliner favorit banyak warga Semarang....sajian yang mak nyus, tradisional dan menggerus lezat dan nikmat ujung syaraf perasa di lidah menjadikan gudeg Mbok Dul melegenda....

Plang Nama Gudeg Abimanyu

Kira-kira tahun 50 – 60’an, Mbok Dul pindah dari pinggir jalan masuk ke dalam satu gang di Abimanyu VII. Dan di situlah nama Gudeg Abimanyu didapat dan di situlah gudeg legendaris ini terus membelai lidah para pelanggan setianya turun temurun. Menurut cerita sang cucu, proses regenerasi tidak terlalu mulus, karena semua anak-anak Mbok Dul menolak meneruskan family heritage ini. Para anak Mbok Dul merasa mendapat mandat keluarga demikian dirasakan cukup berat tanggungjawabnya. Justru sang cucu’lah yang akhirnya memberanikan diri menyerap semua ilmu sang nenek dan memutuskan untuk melestarikan warisan kuliner keluarga ini.

Yuk ah, tidak usah menunggu terlalu lama mendengarkan dongengan saya...segera kita pesan sepiring gudeg kerecek lengkap.....

Gudeg Kerecek Lengkap Sajian gudeg di sini cukup unik dan mungkin berbeda dengan gudeg-gudeg di tempat lain. Di sini disajikan juga bersama dengan gudeg dan sambel goreng kerecek: kol, ebi bumbu pedas dengan cabe rawit utuh yang mak nyoooss, koyor (ini istilah di Semarang untuk urat/otot sapi), dan juga tahu putih dan sebagai finishing touch adalah siraman areh kental gurih nan nikmat.....bisa jadi di tempat lain ada yang sama, ada yang mirip atau bahkan lain lagi.....

Semoga berkenan menikmati sajian legendaris sedikitnya berusia tujuh dasawarsa ini.....terima kasih sudah membaca....

source : kompas.com

Candi Bojongmenje


Kabupaten Bandung memiliki situs purbakala dalam bentuk candi ? Tidak semua orang tahu tentang hal ini. Umumnya candi-candi yang ada di pulau Jawa ditemukan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Belakangan, baru ditemui pula beberapa candi di wilayah Jawa Barat seperti apa yang terdapat di Batujaya (Karawang) dan Cangkuang

Baru pada bulan Agustus 2002, secara tidak sengaja seorang warga di Kampung Bojongmenje, Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek yang hendak mencari tanah guna menguruk gang yang tidak rata tanahnya, menemukan sebuah rongga tanah yang di sekelilingnya terdapat tumpukan batu yang tertata rapi. Penemuan tumpukan batu tersebut akhirnya diputuskan sebagai bagian dari suatu candi oleh para arkeologi, semenjak saat itu dilokasi tersebut dilakukan ekskavasi untuk penemuan dan penelitian lebih lanjut.

Dugaan awal oleh para ahli arkeologi Candi Bojongmenje merupakan peninggalan dari abad ke 7. Bila hal itu benar, maka Candi Bojongmenje memiliki usia yang jauh lebih muda dibandingkan Candi di situs Batujaya yang merupakan peninggalan abad ke 2, namun memiliki umur hampir yang sama dengan Candi Dieng - Wonosobo.

Bahkan menurut Timbul Haryono, umur Candi Bojongmenje bisa jadi lebih tua dibandingkan dengan Candi Dieng. Sambil menunjuk sejumlah bebatuan yang ditemukan oleh tim ekskavasi, Timbul Haryono mengungkapkan, indikasinya adalah tidak ditemukannya halfround atau bebatuan dengan profil yang setengah lingkaran. Tapi yang ada hanyalah bebatuan dengan profil segi panjang dan bingkai padma.

"Dari style, teknik pembuatan candi, dan ukuran bebatuan candinya cenderung mencerminkan sebagai candi tua seperti Dieng di Jawa Tengah," ujar Timbul.

Dikemukakannya, Candi Bojongmenje yang diduga luasnya sekitar enam kali enam meter ini merupakan petunjuk di daerah tersebut pernah ada perkampungan masyarakat tertentu. Artinya, masyarakat tersebut merupakan bagian kecil dari sebuah struktur kerajaan pusat yang besar yang ditandai antara lain dengan berdirinya candi-candi berukuran besar sebagai tempat suci ibadahnya.

Karena itulah, diduga kuat selain di Bojongmenje, ada pula candi-candi sejenis yang didirikan oleh masyarakat tersebut sebagai tempat ibadahnya. Indikasi tersebut kian kuat dengan adanya aliran sungai Cimande dan sungai Citarik yang letaknya tak jauh dari lokasi Candi Bojongmenje. Bahkan ada informasi, sekitar dua kilometer dari lokasi Candi Bojongmenje ada pula mata air panas.

Menyinggung soal adanya batu ambang dengan corak dua lobang, Timbul memperkirakan batu ambang tersebut merupakan bagian dari relung candi. Begitu pula batu ambang dengan corak satu lobang, disebutkannya sebagai pecahan dari relung candi. Adapun soal temuan berupa batu bata, Timbul menilai, batu bata tersebut berusia tua dan merupakan bagian dari dalam "tubuh" candi yang bebatuannya tak terstruktur secara baik.

Dengan penemuan Candi Bojongmenje ini bisa jadi akan mengubah fakta sejarah. Fakta tersebut antara lain tentang arah penyebaran budaya di Pulau Jawa dari timur ke barat, menjadi sebaliknya yaitu dari barat ke timur. Hal itu berdasarkan temuan-temuan arkeologi yang menunjukkan bahwa Candi Bojongmenje lebih tua dibandingkan candi-candi di Jawa Tengah dan Jawa Timur atau paling tidak setara dengan candi tua di Dieng Jawa Tengah.

Penemuan Candi Bojongmenje tentu sangat membanggakan urang Sunda yang selama ini perannya dalam panggung sejarah percandian kurang terperhatikan. Bernert Kempers seorang pakar arkeologi dari Belanda juga hanya membagi masa klasik di Jawa menjadi masa klasik Jawa Tengah dan masa klasik Jawa Timur. Berdasarkan pembabakan itu, dikatakan bahwa masa klasik di Indonesia terbagi menjadi klasik tua untuk periode Jawa Tengah dan masa klasik muda untuk periode Jawa Timur.

Pendapat itu perlu ditinjau ulang karena tidak menyebut peran orang Sunda dalam sejarah bangnunan percandian. Padahal, bukti-bukti epigrafis menunjukkan bahwa di wilayah Tatar Sunda telah ada pusat kerajaan Hindu yaitu Tarumanagara. Di samping itu, perkembangan penelitian arkeologi di wilayah Tatar Sunda mulai muncul penemuan candi. Oleh karena itu, penemuan Candi Bojongmenje diharapkan akan membuka tabir percandian di Tatar Sunda menjadi lebih terang.

Melongok lokasi dimana Candi Bojongmenje berada, memang cukup memperhatikan. Untuk menuju lokasi candi ini mesti melewati sebuah gang sempit dengan tembok pagar pabrik yang menjulang tinggi. Tempat ditemukannya candi ini sendiri menempel dengan tembok pagar pembatas pabrik. Sehingga masih terdapat kendala jika ingin menggali lebih ke utara lagi, yang hal tersebut berarti butuh melakukan penggalian dihalaman area pabrik. Konon harga tanah disekitar candi ikut mengalami kenaikan hingga dua kali lipat. Nampaknya proses ekskavasi dan pembangunan kembali bangungan candi bakal masih jauh dari selesai

source : kompas.com
 
Copyright © 2013 Lifestyle |Tentang Kami | Privacy Policy
Powered byBlogger