BREAKING NEWS

Vacation

Trending

Tahukah anda ?

Tuesday, 10 March 2015

Istana Air Taman Ujung Soekasada

Daerah Kuta, Bali semua turis di dunia sudah tahu. Tapi, sedikit yang tahu tentang keindahan istana air bernama Taman Ujung Soekasada di Karangasem. Kecantikan arsitekturnya sungguh luar biasa!

Waktunya kita masuk dan kembali ke awal abad 20. Tepatnya tahun 1919, Taman Ujung Soekasada ini dibangun. Ini taman air kerajaan atau biasa disebut The Water Palace. Arsitektur bangunannya yang merupakan perpaduan antara Bali dan Eropa ini, dahulu merupakan tempat peristirahatan Raja Karangasem. Sekaligus juga tempat menjamu dan menyambut tamu-tamu penting seperti raja-raja.

Nuansa arsitektur bangunan dan taman airnya, benar-benar seperti mantra yang memaksa bibir kita memujinya. Tapi sayang tahun 1963 dulu, The Water Palace ini sempat diporak-porandakan oleh letusan Gunung Agung, gunung terbesar di Pulau Seribu Pura ini. Tidak sampai situ saja, gempa yang terjadi pada tahun 1976 itu hanya menyisakan puing-puing bangunannya saja. Tapi, kesan megahnya masih tetap ada.

Tahun 2001-2003 adalah tahun dimana pemerintah Karangasem membangunnya kembali untuk mengembalikannnya kepada bentuk semula, agar warisan budaya ini tetap lestari. Hal ini bisa saya buktikan, karena beberapa waktu yang lalu saya pergi kesana.

Lokasinya itu dekat sekali, bahkan dekat banget, hanya sekitar 10 menit saja dari Kota Amlapura. Nah pertanyaannya kalau dari Denpasar? Lumayan sih, sekitar 60-80 KM. Mungkin sekitar 2 jam dari Denpasar. Iya memang jauh, namanya juga di ujung timur Bali. Tapi bukan traveler sejati, kalau tempat semenarik dan seindah ini tidak kalian kunjungi. Pengunjung juga bisa berkunjung ke tempat-tempat yang tidak kalah luar biasa di Kabupaten Karangasem ini. Ada White Beach atau dikenal juga dengan Pantai Virgin.

Waktu itu saya dari Denpasar lewat By pass Ida Bagus Mantra, terus sampai ujung di Desa Kusamba, lalu terus sampai Amlapura. Dengan membayar karcis Rp 5.000 per orang saja saat itu, kemudian mulai masuk ke sebuah jembatan yang sempit tapi berkesan luas, karena dari sini sudah terasa pesona arsitekturnya.

Tapi tunggu dulu kalau kalian bawa kamera DSLR, ada karcis sendiri lho. Pengunjung dikenakan biaya tambahan Rp 50.000 untuk DSLR. Tapi, tenang untuk kamera HP dan pocket, itu free. Mungkin karena tempat ini sering sekali buat pre-wed. Nah ini dia, kalau kalian yang lagi cari lokasi-lokasi buat pre-wed, bisa dicoba. Buat pernikahan kalian seolah-olah berada di awal abad 20. Luar biasa.

Memang tidak heran, di dalam banyak sekali tempat yang menarik perhatian saya. Apalagi bagi yang suka dunia fotografi. Jadi, tunggu apalagi? Masukkan tempat ini ke jadwal berkunjung di buku travelingmu. Siap-siap untuk masuk kembali ke awal abad 20.

Post a Comment

 
Copyright © 2013 Lifestyle |Tentang Kami | Privacy Policy
Powered byBlogger